Tennessee
Tennessee merupakan sebuah negara bagian yang terletak di wilayah tenggara Amerika Serikat. Tennessee adalah negara bagian terbesar ke-36 dan terpadat ke-16 dari 50 negara bagian di Amerika Serikat. Tennessee berbatasan dengan delapan negara, dengan Kentucky di utara, Virginia di timur laut, Carolina Utara di timur, Georgia ,Alabama , dan Mississippi di selatan, Arkansas di barat, dan Missouri di barat laut. Pegunungan Appalachia mendominasi bagian timur negara bagian, dan Sungai Mississippi membentuk perbatasan barat negara bagian. Nashville adalah ibu kota negara bagian dan kota terbesar, dengan populasi 2017 sebesar 667.560 dan populasi metro 2017 sebesar 1.903.045. Kota terbesar kedua di Tennessee adalah Memphis, yang memiliki populasi 652.236 pada tahun 2017.[2] Negara bagian Tennessee berakar pada Asosiasi Watauga, pakta perbatasan tahun 1772 yang secara umum dianggap sebagai pemerintahan konstitusional pertama di sebelah barat Appalachia. Apa yang sekarang Tennessee awalnya bagian dari Carolina Utara, dan kemudian bagian dari Wilayah Barat Daya. Tennessee diterima sebagai Serikat ke-16 pada tanggal 1 Juni 1796. Tennessee adalah negara terakhir yang meninggalkan Uni dan bergabung dengan Konfederasi pada saat pecahnya Perang Saudara Amerika pada tahun 1861. Diduduki oleh pasukan Union dari tahun 1862, itu adalah negara bagian pertama yang diterima kembali ke Uni pada akhir perang.[3] Tennessee memperlengkapi lebih banyak tentara untuk Tentara Konfederasi daripada negara bagian lain selain Virginia, dan lebih banyak tentara untuk Tentara Uni dibandingkan gabungan Konfederasi. Dimulai selama Rekonstruksi, ia memiliki partai politik yang kompetitif, tetapi pengambilalihan Demokrat pada akhir 1880-an menghasilkan pengesahan undang-undang pencabutan hak yang mengecualikan sebagian besar kulit hitam dan banyak kulit putih miskin dari pemilihan. Ini secara tajam mengurangi persaingan dalam politik di negara bagian sampai setelah pengesahan undang-undang hak-hak sipil pada pertengahan abad ke-20. Pada abad ke-20, Tennessee beralih dari ekonomi agraris ke ekonomi yang lebih beragam pada awal 1940-an di kota Oak Ridge. Kota ini didirikan untuk menampung fasilitas pengayaan uranium Proyek Manhattan, membantu membangun bom atom pertama di dunia, dua di antaranya dijatuhkan di Kekaisaran Jepang menjelang akhir Perang Dunia II. Setelah perang, Laboratorium Nasional Oak Ridge menjadi pusat utama penelitian nuklir. Pada 2016, elemen tennessine dinamai untuk negara bagian.[4] Industri utama Tennessee meliputi pertanian, manufaktur, dan pariwisata. Unggas, kedelai, dan sapi adalah produk pertanian utama Tennessee, dan ekspor manufaktur utama meliputi bahan kimia, peralatan transportasi, dan peralatan listrik.[5] EtimologiNama Tennessee secara langsung berasal dari kota Cherokee yaitu Tanasi[a] di Monroe County, Tennessee, atau di Sungai Tanasi yang saat ini dinamakan Little Tennessee River. Pada tahun 1567, Juan Pardo bersama dengan penjelajah lainnya menemukan desa penduduk asli Amerika yang bernama "Tanasqui" di suatu wilayah saat menjelajah pedalaman Carolina Selatan. Masih belum diketahui bahwa desa itu merupakan tempat mereka menetap sama seperti Tanasi.[b] Kota itu terdapat pada peta Inggris yang dibuat pada awal 1725. Penelitian saat ini mengatakan bahwa penduduk Cheroke menggunakan nama tersebut yang berasal dari kata yang digunakan Yuchi, Tana-tsee-dgee. Arti dari kata tersebut adalah "brother-waters-place" (artinya tempat saudara air) or "where-the-water-meets" (artinya tempat air bertemu).[7][8][9] Pengejaan modern, Tennessee, dikaitkan dengan Gubernur Carolina Selatan James Glen karena menggunakannya dalam surat resminya pada tahun 1750-an. Pada tahun 1788, Carolina Utara membangun "Tennessee County". Pada tahun 1796, sebuah konvensi konstitusional yang menyusun negara bagian dari Teritori Barat Daya dan menggunakan "Tennessee" sebagai nama negara bagian baru itu.[10] SejarahSebelum kedatangan orang EropaPaleo-Indian adalah penduduk yang pertama kali menetap di Tennessee. Kedatangannya diperkirakan sekitar 12.000 tahun yang lalu pada akhir periode glasial terakhir. Berdasarkan penggalian arkeologis, Lembah Tennessee bagian bawah dihuni oleh penduduk yang berkegiatan berburu dan mengumpulkan makanan. Sementara itu, Tennessee Tengah dipercayai memiliki kaya akan perburuan hewan seperti mastodon.[11] Nama-nama dari kumpulan masyarakat berbudaya yang menetap wilayah tersebut masih belum diketahui sebelum orang-orang Eropa bertemu dengan mereka. Malahan, para arkeologis menamainya berdasarkan tahap-tahap periode yang berbeda: periode Arkais (8000–1000 BC), Woodland (1000 BC–1000 AD), dan Mississippi (1000–1600 AD).[12] Penduduk Amerika pada masa arkais (kuno) pertama kali mendomestikasi anjing. Tanaman seperti cucurbita, jagung, labu, dan bunga matahari pertama kali tumbuh di Tennessee pada periode Woodland.[13] Generasi penerus penduduk Woodland membangun gunduk pertama. Peradaban berkembang dengan cepat pada periode Mississippi, dan mereka mengembangkan chiefdom yang tersusun dengan rapi dan juga membangun beberapa bangunan upacara di seluruh wilayah Tennessee.[14] Kedatangan orang Spanyol yang menjelajahi wilayah Tennessee menemukan penduduk Mississippi yang terdiri dari penduduk Muscogee Creek, Yuchi, dan Shawnee.[15][16] Hingga pada awal abad ke-18, banyak penduduk di Tennessee punah, yang kemungkinan dikarenakan penyakit yang tersebar oleh orang-orang Spanyol itu.[15] Penduduk Cherokee mulai bermigrasi ke wilayah Tennessee Timur yang sebelumnya wilayah Virginia pada akhir abad ke-17. Kemungkinan tujuan mereka adalah melarikan diri dari pendatang Eropa yang memperluas wilayah mereka dan penyakitnya di wilayah utara.[17] Akibatnya, penduduk Creek, Yuchi, dan Shawnee terpaksa meninggalkan Tennesee pada awal abad ke-18.[17][18] Penduduk Chickasaw tidak dapat meninggalkan wilayah Tennesee Barat, dan wilayah Tennessee Tengah masih dikelilingi oleh beberapa penduduk asli Amerika, walaupun Cherokee dan Shawnee sama-sama mengkalim wilayahnya untuk berburu.[19] Penduduk Cherokee di Tennessee dianggap oleh pendatang Eropa sebagai Overhill Cherokee karena mereka menetap di Blue Ridge Mountains sebelah barat.[20] Penduduk Overhill Cherokee tumbuh di sepanjang sungai di Tennessee Timur pada awal abad ke-18.[21] Penjelajahan dan kolonisasiMenurut sejarah, orang-orang Eropa yang mengekspedisi ke wilayah yang saat ini dinamakan Tennessee dipimpin oleh penjelajah Spanyol Hernando de Soto pada tahun 1540–1541, Tristan de Luna pada tahun 1559, dan Juan Pardo pada tahun 1566–1567.[22][23][24] Pada tahun 1673, seorang pedagang bulu hewan asal Inggris Abraham Wood dikirim menjelajah dari Koloni Virginia menuju ke teritori Overhill Cherokee di Tennesee timur laut saat ini.[25][26] Pada tahun yang sama, ekspedisi asal Prancis yang dipimpin oleh misioner Jacques Marquette dan Louis Jolliet menjelajah Sungai Mississippi. Mereka adalah orang Eropa yang pertama kali menggambarkan peta Lembah Mississippi.[26][25] Pada tahun 1682, ekspedisi yang dipimpin oleh René-Robert Cavelier, Sieur de La Salle membangun Fort Prudhomme di Chickasaw Bluffs di Tennessee Barat.[27] Hingga pada akhir abad ke-17, pedagang asal Prancis mulai menjelajah lembah Sungai Cumberland. Pada tahun 1714, di bawah pimpinan Charles Charleville, French Lick dibangun yang dijadikan sebagai tempat menetap pedagang bulu di dekat Sungai Cumberland.[28][29] Pada tahun 1739, Prancis membangun Fort Assumption di bawah Jean-Baptiste Le Moyne de Bienville di Sungai Mississippi River. Tempat itu mereka gunakan sebagai pangkalan untuk melawan Chickasaw selama Kampanye 1739 pada masa Perang Chicksaw.[30] Pada tahun 1750-an dan 1760-an, para longhunters dari Virginia menjelajah hampir semua wilayah Tennesee Timur dan Tengah.[31] Pendatang yang berasal dari Koloni Carolina Selatan membangun Fort Loudoun di Sungai Little Tennessee pada tahun 1756. Benteng itu menjadi tempat penetap Inggris pertama yang saat ini disebut Tennessee dan post terdepan di paling barat pada tahun yang sama.[32][33] Permusuhan memuncak di antara Britania Raya dan penduduk Cherokee, yang menyebabkan konflik peperangan. Pengepungan benteng itu berakhir ketika mereka menyerah pada tahun 1760.[34] Setelah Perang Prancis dan Indian, Britania Raya menerbitkan Proklamasi Kerajaan 1763, yang melarang pendatang barat dari Pegunungan Appalachia yang bertujuan meredakan konflik dengan penduduk asli Amerika.[35] Meskipun demikian, migrasi di sepanjang pengunungan masih berlanjut. Pendatang Eropa mulai berdatangan di Tennessee tenggara pada akhir tahun 1760-an.[36][37] Hampir semua pendatang adalah orang Inggris Amerika, tetapi setidaknya seperlima dari mereka adalah orang Skotlandia-Irlandia.[38] Mereka mendirikan Asosasi Watauga di tahun 1772, sebuah pemerintahan perwakilan semi-otonom,[39] dan tiga tahun kemudian mereka menyusun pemerintahan kembali menjadi Washington District sebagai upaya mendukung Perang Revolusi Amerika.[40] Pada tahun berikutnya, setelah petisi menjadikan wilayah sebagai bagian dari Virginia gagal, Carolina Utara setuju menganeksasi Washington District untuk menyediakan perlindungan dari serangan penduduk asli Amerika.[41] Pada tahun 1775, Richard Henderson berunding dengan penduduk Cherokee melalui beberapa perjanjian. Perjanjian itu berupa menjual tanah Watauga di Sycamore Shoals yang berada di sembir Sungai Watauga, dan juga menjual tanah untuk membangun Koloni Transylvania yang mencakup teritori di Sungai Cumberland sebelah utara. Kedua perjanjian itu masing-masing disetujui dan ditandatangani.[42] Selama di bawah jabatan Henderson pada tahun yang sama, Daniel Boone menelusuri jalan dari Fort Chiswell di Virginia melalui Cumberland Gap, yang menjadi bagian dari Wilderness Road, sebuah jalan besar yang menuju ke Tennessee dan Kentucky.[43] Namun faksi Cherokee, Chickamauga, yang setia dengan Britania Raya yang dipimpin oleh Dragging Canoe, menolak pemukiman Washington District dan Koloni Transylvania. Canoe menyerang Fort Watauga di Sycamore Shoals pada tahun 1776.[44][45] Akan tetapi peringatan dari sepupu Canoe, Nancy Ward, menyelamatkan banyak pendatang dari serangan awal.[46] Pada tahun 1779, James Robertson dan John Donelson memimpin dua kumpulan pemukim dari Washington District ke French Lick.[47] Pemukiman tersebut membangun Fort Nashborough, yang mengikuti nama Francis Nash, seorang brigadir jenderal dari Continental Army.[48] Pada tahun berikutnya, pemukim menandatangani Cumberland Compact, yang mendirikan pemerintahan perwakilan koloni yang dinamakan Cumberland Association.[49] Pemukiman tersebut kemudian tumbuh menjadi kota besar Nashville.[50] Pada tahun yang sama, John Sevier memimpin sekumpulan Overmountain Men dari Fort Watauga mengalahkan Britania Raya setelah pertempuran Kings Mountain.[51] Pada tahun 1784, tiga county dari Washington District melepaskan diri dari Carolina Utara dan membentuk negara bagian Franklin.[52] Akan tetapi, usaha mereka mendapatkan admisi menjadi negara bagian Amerika Serikat sia-sia. County yang saat itu bertambah menjadi delapan bergabung kembali dengan Carolina Utara pada tahun 1788.[53] North Carolina memberikan wilayah tersebut ke pemerintahan federal pada tahun 1790, yang kemudian diorganisir menjadi Teritori Barat Daya (Southwest Territory) pada 26 Mei 1788.[54] Terdapat undang-undang yang memungkinan teritori tersebut mengajukannya menjadi negara bagian seketika populasinya mencapai 60.000 penduduk.[54] Pemerintahan administrasi teritori tersebut terbagi di antara Washington District dan Mero District. Mero District, mengikuti nama gubernur teritori Spanyol Esteban Rodríguez Miró, terdiri dari Cumberland Association.[55] Presiden George Washington memilih William Blount sebagai gubernur teritori.[56] Sensus Amerika Serikat pada tahun itu mencatat bahwa Teritori Barat Daya memiliki 35.691 penduduk, termasuk juga 3.417 budak.[57] Menjadi negara bagian dan masa sebelum Perang SaudaraDengan banyak pemukim yang mendukung negara bagian, gubernur Blount menyelenggarakan pemilihan umum pada Desember 1793.[58] Dewan Perwakilan Rakyat teritori yang terdiri dari 13 anggota berkumpul untuk pertama kalinya pada 24 Februari 1794 di Knoxville, yang memilih sepuluh anggota sebagai majelis tinggi legislatif, yaitu menjadi dewan.[58] Seluruh anggota legislatif berkumpul pada 25 Agustus 1794.[59] Pada Juni 1795, sebuah sensus yang diadakan badan legislatif mencatat terdapat 77.263 penduduk, termasuk juga 10.613 budak. Berdasarkan sensus tersebut, sebanyak 6.504 orang yang setuju memilih negara bagian dan 2.562 orang menolaknya.[60][61] Pemilihan umum konvensi konstitusional diselenggarakan pada Desember 1795, dan delegasi berkumpul di Knoxville pada 17 Januari 1796 memulai menyusun konstitusi negara bagian.[62] Selama konvensi, "Tennessee" dipilih sebagai nama untuk negara bagian yang baru.[10] Konstitusi tersebut selesai pada 6 Februari, yang mengesahkan pemilihan untuk badan legislatif yang baru, Tennessee General Assembly.[63][64] Badan legislatif itu berkumpul pada 28 Maret 1796, dan John Sevier pada hari berikutnya dipilih sebagai gubernur pertama negara bagian Tennessee.[63][64] Tennessee kemudian masuk menjadi negara bagian Amerika Serikat pada 1 Juni 1796, sebagai negara bagian ke-16 dan sekaligus negara bagian pertama yang dibentuk dari teritori federal.[65][66] Selama Perang 1812, Tennessee mendapat julukan "The Volunteer State" ketika 3.500 tentara di Tennessee membalas panggilan perekrutan Majelis Umum untuk keperulan perang.[67] Tentara yang dipimpin oleh Andrew Jackson memiliki peran penting dalam kemenangan Amerika pada pertempuran New Orleans pada tahun 1815, sebagai akhir dari perang 1812.[67] Beberapa dari mereka juga terlibat dalam Revolusi Texas pada tahun 1835 hingga 1836. Revolusi itu juga diikuti oleh gubernur Sam Houston serta anggota kongres dan frontiersman Davy Crockett, tetapi mereka terbunuh pada saat perang Alamo.[68] Julukan Tennessee semakin terkenal selama Perang Meksiko–Amerika Serikat ketika presiden James K. Polk meminta 2.800 tentara dari Tennesee. Lebih dari 30.000 tentara yang mengikuti perang.[69] Di antara tahun 1790-an dan 1820-an, sebuah penyerahan lahan tambahan dirunding dengan Cherokee, yang dijadikan untuk mendirikan pemerintahan nasional yang menyerupai Konstitusi Amerika Serikat.[70][71] Pada tahun 1818, Jackson dan gubernur Kentucky Isaac Shelby mencapai kesepakatan dengan Chickasaw menjual tanah yang berada di antara Sungai Mississippi dan Sungai Tennessee ke Amerika Serikat. Tanah itu mencakup semua Tennessee barat.[72] Penduduk Cherokee memindahkan ibu kota mereka dari Georgia ke Red Clay Council Grounds di Tennessee tenggara. Itu terjadi karena adanya undang-undang yang memaksa mereka memindahkannya dari ibu kota sebelumnya di New Echota.[73] Akan tetapi pada tahun 1838 dan 1839, tentara Amerika Serikat terpaksa memindahkan ribuan penduduk Cherokee dan budak mereka yang berkulit hitam dari tempat tinggalnya di Tennesee tenggara dan memaksa mereka menuju ke Teritori Indian, teritori yang saat ini disebut Oklahoma. Peristiwa ini dikenal sebagia Trail of Tears, dan diperkirakan 4.000 meninggal akibat perisitwa tersebut.[74][75] Para pemukim memperluas wilayahnya ke dataran tinggi Cumberland di sebelah barat, dan ekonomi agraris yang didasarkan pada perbudakan berkembang di wilayah tersebut.[76] Penanam kapas menggunakan perbudakan pada kompleks perkebunan di tanah yang datar dan subur di Tennessee Barat.[77] Pada kala itu kapas juga tumbuh di Basin Nashville.[77] Pengusaha seperti Montgomery Bell menggunakan budak dalam menghasilkan besi di Western Highland Rim. Budak di situ juga mengolah beberapa tanaman seperti tembakau dan jagung di seluruh wilayah Highland Rim.[76] Di Tennessee sebelah timur tidak diperbolehkan untuk perkebunan besar-besar seperti di daerah tengah dan barat Tennessee. Akibatnya, perbudakan di daerah tersebut jarang ditemukan.[78] Sebuah gerakan abolisionisme yang kuat mulai berkembang di Tennesee yang terjadi pada awal tahun 1797. Elihu Embree dari Jonesborough mulai menerbitkan karyanya Manumission Intelligencier (yang kemudian diganti menjadi The Emancipator) pada tahun 1819. Karya itu merupakan koran yang pertama kali membahas mengenai anti-perbudakan di Amerika Serikat.[79][80] Masa Perang SaudaraPada awal mula Perang Saudara Amerika, banyak penduduk di Tennessee Tengah dan Tennessee Barat lebih memilih untuk mempertahankan ekonomi yang didasarkan pada perbudakan. Akan tetapi, banyak penduduk di Tennessee Tengah awalnya ragu terhadap pemisahan diri. Di Tennessee Timur, banyak penduduk malahan lebih menetap dengan Union.[81] Pada tahun 1860, perbudakan yang terdiri dari sekitar 25% populasi Tennessee, dan jumlah itu tergolong rendah dibandingkan dengan negara bagian yang bergabung ke Konfederasi.[82] Tennessee mengirim banyak pasukan Union daripada beberapa negara bagian yang bergabung ke Konfederasi, dan jumlah pasukan Konfederasi yang dikirim melebihi Virginia.[83][84] Karena letaknya berada di pusat, Tennessee menjadi negara bagian yang penting selama perang dan menjadi lebih terlibat dalam militer dibandingkan dengan negara bagian lain, terkecuali Virginia.[85] Setelah Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden pada tahun 1860, banyak penduduk yang memilih untuk memisahkan diri dipimpin oleh gubernur Isham Harris. Banyak yang memilih untuk mengakhiri hubungan dengan Amerika Serikat, tetapi ditolak dalam referendum dengan margin 54–46% pada Februari 1861.[86] Setelah Konfederasi menyerang Fort Sumter pada April dan panggilan Lincoln untuk meminta pasukan, badan legislatif meratifikasi persetujuan untuk memasuki militer dengan Konfederasi pada 7 Mei 1861.[87] Pada 8 Juni, banyak penduduk Tennessee Tengah memilih untuk menyetujui referendum kedua mengenai memisahkan diri. Hasil marginnya adalah 69–31%, yang menjadikan Tennessee sebagai negara bagian terakhir yang memisahkan diri.[88] Sebagai balasan, Unionist di Tennessee Timur menyusun konvensi di Knoxville yang bertujuan untuk membagi wilayah yang akan membentuk negara bagian baru yang setia dengan Union.[89] Pada musim gugur tahun 1861, para gerilya Unionist di Tennessee Timur membakar jembatan dan menyerang penduduk Konfederasi yang simpatis, yang menimbulkan Konfederasi memberlakukan darurat militer di beberapa daerah. Akibatnya, banyak Unionist di selatan yang melarikan diri ke negara bagian Union terdekat, terutama ke perbatasan di Kentucky. Beberapa unionist yang lain menetap di Tennessee setelah pemisahan diri, dan di sana mereka dipilih menolak atau bergabung dengan Konfederasi.[90] Pada Maret 1862, Lincoln memilih penduduk asli Tennessee dan War Democrat, Andrew Johnson, sebagai gubernur militer.[91] Jendral Ulysses S. Grant dan Angkatan Laut Amerika Serikat merebut Tennessee dan sungai Cumberland pada Februari 1862 pada saat pertempuran Fort Henry dan Fort Donelson.[92] Grant kemudian menuju ke Pittsburg Landing dan menunda serangan balasan terhadap Konferedasi di Shiloh pada April. Pertempuran Shiloh pada kala itu merupakan perang paling berdarah.[93] Memphis jatuh ke tangan Union pada Juni setelah pertempuran angkatan laut di Sungai Mississippi.[94] Kekuasaan Union di Tennessee Tengah diuji melalui beberapa serangan dari Konfederasi. Serangan-serangan tersebut dimulai pada musim panas 1862. Hingga pada pertempuran Stones River, hasilnya menimbulkan banyak korban jiwa pada kedua belah pihak. William Rosecrans yang memimpin tentara Cumberland mengalahkan jenderal Braxton Bragg yang memimpin tentara Tennessee pada pertempuran tersebut.[95] Pada musim panas berikutnya, kampanye Tullahoma yang di bawah perintah Rosecrans memaksa sisa pasukan Bragg di Tennessee tengah untuk mengundurkan diri ke Chattanooga dengan berbagai perang.[96] Selama kampanye Chattanooga, Konfederasi berusaha mengepung pasukan Cumberland hingga mereka menyerah, tetapi bala bantuan dari tentara Tennessee dari Union di bawah pimpinan Grant, William Tecumseh Sherman, dan Joseph Hooker datang.[97] Konferderasi meninggalkan kota pada pertempuran Lookout Mountain dan Missionary Ridge pada November 1863.[98] Dari hampir semua pertempuran, Konfederasi masih memegang kendali Tenneesee Timur, meskipun mereka sentimen dengan Unionist. Beberapa hari setelah jatuhnya Chattanooga, Konfederasi yang dipimpin oleh James Longstreet gagal mengkampanye yang bertujuan untuk mengambil ahli Knoxville dengan menyerang jendral Union Ambrose Burnside pada pertempuran Fort Sanders.[99] Perebutan Chattanooga memungkinkan Sherman meluncurkan kampanye Atlanta dari kota pada Mei 1864.[100] Pertempuran besar terakhir di Tennessee terjadi ketika regimen tentara Tennessee di bawah pemerintah John Bell Hood menginvasi Tennessee tengah pada musim gugur 1864, dengan tujuan mengusir Sherman. Usaha mereka dihentikan oleh John Schofield di Franklin pada November dan dibubarkan sepenuhnya oleh George Thomas di Nashville pada December.[101] Pada 27 April 1865, bencana maritim terburuk dalam sejarah Amerika Serikat terjadi ketika kapal uap Sultana yang sedang mengangkut tahanan Union yang telah bebas meledak di Sungai Mississippi, di sebelah utara Memphis. Ledakan tersebut menyebabkan 1.168 orang meninggal.[102] Ketika Proklamasi Emansipasi diumumkan, Tennessee sepenuhnya berada di bawah Union dan tidak termasuk di antara negara bagian yang disebut pada proklamasi itu. Tidak ada budak yang dibebaskan,[103] hingga Andrew Johnson menyatakan semua perbudakan di Tennessee bebas pada 24 Oktober 1864.[103] Pada 22 Februari 1865, badan legislatif menyetujui amendemen bahwa konstitusi negara melarang perbudakan. Amandemen itu disetujui pada bulan berikutnya, yang kemudian akan diberlakukan pada tahun yang sama. Berkat dari amandenen tersebut, Tennessee menjadi satu-satunya negara bagian di Amerika Serikat Selatan yang menghapus perbudakan.[104][105] Tennessee meratifikasi Amandemen Ketiga Belas yang melarang perbudakan di masing-masing negara bagian pada 7 April 1865.[106] Tennessee juga meratifikasi Amandemen Keempat Belas yang memberikan kewarganegaraan dan perlindungan setara kepada orang-orang yang sebelumnya merupakan budak di bawah undang-undang pada 18 Juli 1866. Kedua amandemen tersebut diberlakukan setelah Tennessee bergabung kembali dengan Amerika Serikat, karena tidak ada negara bagian lain yang meratifikasinya.[107] Johnson menjadi wakil presiden ketika Lincoln dipilih kembali menjadi presiden. Johnson kemudian menjadi presiden setelah pembunuhan Lincoln pada Mei 1865.[91] Pada 24 Juli 1866, Tennessee menjadi negara bagian Konfederasi pertama yang memiliki anggota terpilihnya, yang membuatnya bergabung kembali dengan Kongres.[108] Masa rekonstruksi dan abad ke-19Walaupun Perang Saudara telah berakhir, ketegangan antara orang berkulit hitam dan mantan pasukan Konfederasi masih berlanjut, yang menimbulkan pembunuhan besar-besaran di Memphis.[109] Lantaran meratifikasi Amandemen Keempat Belas sebelum bergabung kembali ke Amerika Serikat, Tennessee menjadi satu-satunya negara bagian yang tidak memiliki gubernur militer pada masa Rekonstruksi.[107] Partai Radical Republicans mengambil ahli pemerintahan Tennesee setelah perang berakhir, dan memilih William G. "Parson" Brownlow sebagai gubernur. Di bawah pemerintahan Brownlow dari tahun 1865 hingga 1869, badan legislatif memberikan hak suara penduduk Afrika Amerika dan mencabut hak suara mantan Konfederasi. Selain itu, badan legislatif juga memberlakukan darurat militer untuk melawan Ku Klux Klan yang didirikan pada Desember 1865 di Pulaski. Klan tersebut dianggap organisasi kebenaran yang bertujuan memajukan kepentingan mantan Konfederasi.[110] Pada tahun 1870, Southern Democrats mengambil ahli kembali badan legislatif di Tennessee.[111] Lebih dari dua dekade berikutnya, mereka mengesahkan hukum Jim Crow, yang memaksa memberlakukan segregrasi ras.[112] Sebanyak 251 orang berkulit hitam dinyatakan hukum mati tanpa adanya pengadilan yang terjadi di Tennessee.[113][114] Beberapa tahun setelah Perang Saudara, Tennessee dilanda sejumlah wabah di seluruh wilayahnya. Dimulai dari tahun 1873 pelandaan wabah kolera mengacaukan kegiatan di Nashville,[115] dan pada tahun 1878 demam kuning membunuh lebih dari sepersepuluh penduduk Memphis.[116][117] Terdapat pembaruan kerja yang memodernisasikan perkeonomian Tennesee pada kala itu; mereka menyebutnya "New South". Dengan bantuan penanaman modal dari Amerika Serikat Utara, Chattanooga menjadi salah satu kota pertama yang memberlakukan perindustrian di Amerika Serikat Selatan.[118] Memphis menjadi dikenal sebagai "Cotton Capital of the World" (Ibu Kota Kapas di Dunia) selama abad ke-19. Sementara itu Nashville, Knoxville, dan beberapa kota-kota kecil lainnya juga memberlakukannya sedikit.[118] Pemukim di Amerika Serikat Utara juga memulai mengeksploitasi penambangan batu baru dan sumber mineral di Pegunungan Appalachia. Untuk menyelesaikan masalah hutang dan menenangkan tahanan yang banyak, Tennessee menyelenggarakan sistem convict leasing , yang mengirim bisnis pertambangan berupa tahanan yang nantinya menjadi strikebreakers . Akan tetapi para penambang protes karena dipaksa mengikuti sistem tersebut.[119] Hal tersebut memicu pemberontakan di Pegunungan Cumberland yang dikenal sebagai Perang Coal Creek pada tahun 1891. Hingga pada tahun 1982, Tennessee mencabut sistem tersebut.[120][121] Kegiatan agrikultur masih menguasai perekonomian di Tennessee.[122] Hampir semua budak yang dibebaskan dipaksa membawon selama abad ke-19. Banyak dari yang lainnya bekerja di agrikultur sebagai buruh upah.[123] Pada tahun 1897, Tennessee merayakan peringatan negara bagian seratus tahun di Nashville, walaupun telat setahun yang lalu.[124] Tennessee memiliki bangunan yang sangat mirip dengan Parthenon di Athens. Pembangunannya dirancang oleh arsitektur William Crawford Smith dan dibangun selama perayaan tersebut, sehingga kota Nashville memiliki reputasi yang dijuluki "Athens of the South".[125][126] Awal abad ke-20Selagi segregasi ras masih berlanjut dan standar kehidupan yang memburuk, banyak penduduk berkulit hitam di Tennessee bekerja di perkotaan perindustrian di Amerika Serikat Timur Laut dan Barat Tengah, bagian dari gelombang pertama Migrasi Besar yang terjadi di antara tahun 1915 dan 1930.[127] Pada kala itu, banyak penduduk yang menetap di bagian pedesaan pindah ke kota besar untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.[128] Pada masa gerakan pengekangan diri, Tennessee menjadi negara bagian yang pertama kali melarang penjualan, pengangkutan, dan produksi minuman alkohoh melalui beberapa undang-undang yang disahkan di antara tahun 1907 dan 1917.[129] Namun selama masa pelarangan, produksi moonshine malah menjadi kegiatan yang sering ditemukan di Tennessee Timur, apalagi di pegunungan. Hal tersebut masih berlanjut selama beberapa dekade ke depan.[130] Alvin C. York, seorang sersan yang menetap di Fentress County, menjadi salah satu tentara Amerika yang terkenal dan yang paling dihormati pasa masa Perang Dunia I. Ia menerima Medal of Honor Kongresional karena, ketika pada saat menyerang Meuse–Argonne, ia sendirian berhasil merebut seluruh resimen bersenjata mesin di Jerman.[131] Pada 9 Juli 1918, Tennessee mengalami kecelakaan kereta terburuk di sepanjang sejarah Amerika Serikat ketika dua buah kereta penumpang yang saling berhadapan menabrak satu sama lain di Nashville. Kecelakaan tersebut 101 orang kehilangan nyawanya dan 171 orang mengalami luka.[132] Pada 18 Agustus 1920, Tennessee menjadi negara bagian ke-36 dan yang terakhir mengharuskan meratifikasi Amandemen Kesembilan Belas yang membahas mengenai pemberian hak suara untuk wanita.[133] Pada tahun 1925, John T. Scopes, seorang guru sekolah menengah atas di Dayton, diadili karena telah mengajarkan evolusi, yang dianggap sebagai pelanggaran undang-undang Butler yang baru saja disahkan.[134] Scopes dituntut oleh mantan Menteri Luar Negeri dan calon presiden William Jennings Bryan dan dibela oleh pengacara Clarence Darrow. Kasus tersebut sengala diterbitkan ke publik.[135] Perihal tersebut memicu kontroversi penciptaan-evolusi di sekitar kumpulan orang-orang beragama.[136] Pada tahun 1926, Kongress memberi wewenang untuk membangun taman nasional di Pegunungan Great Smoky. Taman itu secara resmi dibangun pada tahun 1934 dan didedikasi pada tahun 1940.[137] Depresi Besar melanda pada tahun 1929, yang menyebabkan kehidupan banyak penduduk di Tennessee melarat.[138] Program New Deal yang diusul presiden Franklin D. Roosevelt memberlakukan pembangunan Tennessee Valley Authority (TVA) pada tahun 1933. Tujuan pembangunan tersebut di antaranya menyediakan listrik, pekerjaan, pencegahan banjir, navigasi terusan yang diperbarui, pengembangan agrikultur, dan modernisasi ekonomi di Lembah Sungai Tennessee.[139] TVA membangun beberapa bendungan hidroelektrik pada tahun 1930-an dan 1940-an, yang malah membanjiri kota-kota dan ribuan lahan-lahan pertanian. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan tempat tersebut melalui eminent domain .[140][141] Seiringnya waktu, TVA berkembang dengan cepat menjadi sebuah perusahaan yang menghasilkan listrik terbanyak di Amerika Serikat. Selain itu, TVA juga memulai masa pertumbuhan ekonomi dan perubahan yang luar biasa, sehingga membawa banyak perindustrian baru dan lowongan kerja di Tennessee.[139][142] Pada saat Perang Dunia II, Tennessee Timur dipilih untuk menciptakan uranium yang diperkaya akan bahan fisil tingkat bersenjata. Rencana tersebut merupakan bagian dari Proyek Manhattan, sebuah proyek penelitian dan pengembangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk menghasilkan bom atom pertama di dunia. Sebuah kota terencana, Oak Ridge, dibangun dengan tujuan menyediakan akomodasi bagi fasilitas dan pekerja. Alasan Oak Ridge dipilih karena adanya tenaga listrik TVA yang berlimpah, kepadatan populasi yang rendah, beserta geografi dan topografi pedalaman wilayahnya yang memungkinkan pemisahan alam fasilitas dan kerentanan yang rendah terhadap serangan.[143][144] Clinton Engineer Works didirikan sebagai instalasi produksi Proyek Manhattan di Oak Ridge, yang menggunakan uranium yang diperkaya pada tiga fasilitas utamanya dalam pembuatan bom atom. Uji coba bom nuklir (dinamai "Trinity") pertama kali diledakkan di Alamogordo, New Mexico. Uji coba bom selanjutnya (dinamai "Little Boy") diledakkan di Kekaisaran Jepang menjelang akhir Perang Dunia II.[145] Setelah perang dunia berakhir, Oak Ridge National Laboratory menjadi bangunan institusi untuk keperluan penelitian sains dan teknologi.[146] Pertengahan abad ke-20 hingga sekarangGeografiBerdasarkan geografi, Tennessee adalah negara bagian yang terletak di Amerika Serikat Tenggara. Akan tetapi berdasarkan budaya, hampir semua wilayah Tennessee merupakan bagian dari Upland South dan wilayah sebelah timurnya bagian dari Pegunungan Appalachia.[147] Tennessee meliputi total luas wilayah sekitar 42,143 mil persegi (109,15 km2), dan perairannya sekitar 926 mil persegi (2.400 km2) atau dipersentase menjadi 2,2%. Tennessee berada di peringkat ke-16 jika diurutkan berdasarkan total luas wilayah terkecil. Panjang Tennessee dari timur ke barat sekitar 440 mil (710 km), sedangkan lebarnya dari utara ke selatan sekitar 112 mil (180 km). Baik itu geografis, budaya, maupun ekonomis, Tennessee secara resmi dibagi menjadi tiga Grand Divisions: Tennessee Timur, Tennessee Tengah, dan Tennessee Barat.[148] Tennessee berbatasan dengan delapan negara bagian: Kentucky dan Virginia di utara, Carolina Utara di timur, Georgia, Alabama, dan Mississippi di selatan, serta Arkansas dan Missouri di sebelah barat. Tenneesee memiliki kesamaan dengan Missouri karena memiliki perbatasan dengan hampir semua negara bagian lain di sekitarnya.[149] Tennessee dilalui tiga kali oleh Sungai Tennessee, dan pusat geografisnya berada di Murfreesboro. Hampir tiga per empat wilayah Tennessee berada di Waktu Standar Tengah, dan sisanya Tennessee Timur berada di Waktu Standar Timur.[150] Sungai Tennessee membentuk hampir semua pembagian wilayah di antara Tennessee Tengah dan Tennessee Timur.[148] Perbatasan Tennessee di sebelah timur mengikuti puncak tertinggi Pegunungan Blue Ridge. Perbatasannya di sebelah barat terbentuk oleh Sungai Mississippi.[151] Namun karena banjir Sungai Mississippi yang mengubah alirannya, perbatasannya menyimpang dari sungai di berbagai tempat.[152] Perbatasannya di sebelah utara awalnya ditandai dengan garis lintang utara 36°30′ dan Perbatasan Koloni Kerajaan 1665, tetapi karena kesalahan survei, garis lintang utara yang dimulai dari sebelah timur dan barat malah berangsur membelok sebelum pindah arah ke selatan di garis lintang utara 36°30′ yang sebenarnya di Sungai Tennessee di Tennessee Barat.[151][153] Pada akhir abad ke-19, ketidakpastian terhadap lokasi perbatasan negara bagian dengan Virginia berpuncak pada Mahkamah Agung Amerika Serikat. Masalah tersebut pada tahun 1893 diselesaikan dengan membagi Bristol di antara kedua negara bagian tersebut.[154] Sebuah survei 1818 salah meletakkan perbatasan Tennessee sebelah selatan 1 mil (1,6 km) dari garis paralel ke-35. Hal ini menyebabkan Georgia tidak dapat mengakses Sungai Tennessee, dan permasalahan tersebut masih berlanjut.[155] Tennessee ditandai dengan berbagai ragam bentuk lahan dan topografi, yang memperlihatkan enam wilayah fisiografis. Dari barat hingga timur, terdapat tiga wilayah besar: Pegunungan Blue Ridge, Pegunungan Appalachia Ridge-and-Valley, dan Dataran Tinggi Cumberland yang termasuk bagian dari Pegunungan Appalachia; Highland Rim dan Basin Nashville yang merupakan bagian dari Interior Low Plateaus ; dan Dataran Pantai Teluk di sebelah timur yang merupakan bagian dari Dataran Atlantik.[156][157] Wilayah lainnya berada di ujung selatan Pegunungan Cumberland, Lembah Tennessee Barat, dan Dataran Aluvial Mississippi. Puncak tertinggi di Tennesee adalah Kuwohi, yang merupakan puncak tertinggi ketiga di Amerika Utama sebelah timur; tingginya adalah 6.643 kaki (2.025 m) di atas permukaan laut.[158] Titik terendahnya berada di Sungai Misissippi berjarak 178 kaki (54 m), yang terletak pada garis perbatasan Mississippi di Memphis. Tercatat bahwa Tennessee memiliki lebih dari 10.000 goa di Amerika Serikat.[159] Hampir semua pembentukan geologis di Tennessee mirip dengan wilayah topoografisnya. Umur pembentuk geografisnya secara keseluruhan menurun yang diurut dari timur ke barat. Lapisan batuan beku, yang merupakan batuan tertua di Tennessee yang umurnya lebih dari 1 miliar tahun ditemukan di Blue Ridge Mountains.[160][161] Deposit termuda di Tennessee adalah pasir dan lumpur yang terdapat di Dataran Aluvial Mississippi dan lembah-lembah sungai mengalir ke Sungai Mississippi.[162] Tennessee memiliki dua zona seismik utama yang dianggap aktif, walaupun gempa bumi dahsyat jarang terjadi.[163][164] Zona seismik Tennessee Timur adalah salah satu zona aktif di Amerika Serikat Tenggara, yang membentang seluruh Tennessee Timur dimulai dari Alabama di sebelah barat-laut hingga ke Virginia di sebelah barat-daya. Zona itu lebih sering menghasilkan gempa humi bermagnitude rendah.[165] Zona seismik New Madrid berada di Tennessee sebelah barat-laut, dan di zona tersebut beberapa gempa bumi dahsyat terjadi di antara Desember 1811 dan Februari 1812. Gempa bumi tersebut membentuk Danau Reelfoot di dekat Tiptonville.[166] TopografiPegunungan Blue Ridge di barat-daya terletak di dekat Tennesee Timur, dan pegunungan itu memiliki beberapa pegunungan kecil lain di dalamnya: Pegunungan Great Smoky, Pegunungan Bald, Pegunungan Unicoi, Pegunungan Unaka, dan Pegunungan Iron. Pegunungan-pegunungan tersebut memiliki elevasi tertinggi di Amerika Utara di sebelah timur, dengan rata-rata 5,000 kaki (1,524 m) di atas permukaan laut. Perbatasan Tennessee dengan Carolina Utara mengikuti puncak pegunungan tertinggi tersebut, termasuk Kuwohi. Hampir semua kawasan Blue Ridge dilindungi oleh Cherokee National Forest, Great Smoky Mountains National Park, dan beberapa kawasan hutan belantara serta taman milik federal.[167] Appalachian Trail mengikuti garis perbatasan Carolina Utara sebelum pindah ke arah Tennessee.[168] Wilayah yang membentang ke barat dari Pegunungan Blue Ridge Mountains sekitar 55 mil (89 km) dikenal sebagai Pegunungan Appalachia Ridge-and-Valley.[c] Bentang alam tersebut terdiri dari rabung yang sejajar dan selurus, tetapi terpisah oleh lembah-lembah yang membentang dari timur-laut ke barat-daya, yang merupakan pergerakan pembentangan seluruh pegunungan Appalachia. Hampir semua rabungnya rendah, tetapi ada juga lebih tinggi sehingga sering kali disebut pegunungan.[169] Beberapa aliran sungai bergabung membentuk Sungai Tennessee di wilayah pegunungan Ridge and Valley.[170] Kota besar, kota kecil, dan countyTennessee terbagi menjadi 95 county yang masing-masing memiliki pusat administrasi tersendiri.[171] Tennesee secara keseluruhan memiliki 340 kota.[172] Lembaga Manajemen dan Anggaran Belanja Amerika Serikat menetapkan sepuluh wilayah metropolitan di Tennessee, dan keempatnya diperluas hingga bertetangga dengan negara bagian yang lain.[173] Nashville adalah ibukota sekaligus kota terbesar Tennessee. Populasi di kota Nashville hampir mencapai 700.000 penduduk.[174] Tennessee memiliki wilayah metropolitan terbesar yang berada pada 13 county semenjak awal tahun 1990-an, dan wilayah metropolitan itu merupaan salah satu wilayah metropolitan tersebut memiliki pertumbuhan populasi tercepat di Amerika Serikat, yang jumlahnya sekitar dua juta penduduk.[175] Memphis memiliki lebih dari 630.000 penduduk. Memphis awalnya adalah kota dengan banyak populasinya hingga pada tahun 2016 ketika Nashville mencapai jumlah penduduk Memphis.[176] Memphis berada di Shelby County, county Tennessee berdasarkan populasi terpadat dan wilayah tanah yang luas.[177] Kota ketiga dan keempat berdasarkan jumlah populasi masing-masing Knoxville yang memiliki sekitar 190.000 penduduk dan Chattanooga yang memiliki sekitar 180.000 penduduk.[174] Clarksville adalah kota dengan pusat populasi yang signifikan yang memiliki sekitar 170.000 penduduk.[174] Murfreesboro adalah kota terbesar keenam sekaligus pinggir kota terbesar di Nashville yang memiliki lebih dari 150.000 penduduk.[174] Selain kota-kota besar yang disebutkan, Tennesee memiliki Tri-Cities, kumpulan dari tiga kota Kingsport, Bristol, dan Johnson City, yang dianggap sebagai pusat populasi besar keenam.[178]
Catatan
Referensi
Pranala luar
|
Portal di Ensiklopedia Dunia