Maszlee Malik
Dr. Maszlee bin Malik (Jawi: مزلي بن مالک; Hanzi: 马智礼; Pinyin: Mǎzhìlǐ[3]) adalah seorang politikus Malaysia berketurunan Tionghoa dan Bugis[4] yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia sejak 21 Mei 2018 hingga 3 Januari 2020 dan saat ini menjadi anggota parlemen Dewan Rakyat untuk Simpang Renggam.[5] Ia adalah anggota Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU) dari 2018 hingga 2020 ketika ia dipecat dari partai tersebut. Kemudian, ia mendirikan partai baru bersama Mahathir Mohamad, yaitu Partai Pejuang Tanah Air (PEJUANG). Latar belakangLahir di Johor Bahru, Johor, dia keturunan Tionghoa Hakka (ibunya) dan keturunan Melayu. Ia kuliah di English College (sekarang Sultan Abu Bakar College) dan Maahad Johor. Ia memperoleh gelar sarjana dan magister di bidang Yurisprudensi Islam dari Universitas Al-Bayt, Yordania. Ia menyelesaikan gelar doktor di bidang Ilmu Politik dari Universitas Durham dengan tesis doktoralnya yang berjudul "Membangun Arsitektur dan Merumuskan Artikulasi Pemerintahan Islam: Upaya Diskursif dalam Epistemologi Islam".[6] Sebelum terpilih, dia mengajar di Universitas Islam Internasional Malaysia dan belajar Islam dan Timur Tengah. Selain fasih berbahasa Melayu, Arab dan Inggris, ia juga fasih berbahasa Prancis, Jerman, Mandarin sederhana, dan Hokkien.[7] Karier politikMaszlee bergabung dengan partai komponen aliansi PH, BERSATU pada Maret 2018 dan mengalahkan petahana Liang Teck Meng untuk konstituensi Simpang Renggam dalam pemilihan umum 2018.[7] Pada 18 Mei 2018, Maszlee diangkat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia yang baru setelah Perdana Menteri Tun Mahathir Mohamad mengosongkan pos tersebut hanya satu hari setelah mengambilnya.[8] Setelah sekitar 20 bulan pengangkatannya, ia mengundurkan diri dari jabatan kementerian pada Januari 2020.[9] Pandangan politikMaszlee memandang liberalisme memberikan sumbangsih penting kepada muslim yaitu penghapusan perbudakan, pasar bebas, dan demokrasi perwakilan, dengan menekankan bahwa muslim berhutang budi kepada liberalisme dan tiada alasan liberalisme bertentangan dengan nilai-nilai Islam.[10] KaryaBuku
Novel
Hasil pemilihan umum
Referensi
Pranala luarWikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Maszlee Malik.
|