Pada tahun 1592, sebuah lazaret yang terbuat dari gubuk kayu dibangun di Pulau Manoel, Malta selama berlangsungnya wabahepidemi 1592-1593. Bangunan itu kemudian dirubuhkan setelah berakhirnya penyakit tersebut. Pada tahun 1643, mahaguru Lascaris membangun sebuah lazaret permanen di tempat yang sama untuk mengontrol masuknya wabah dan kolera secara berkala pada kapal-kapal yang datang. Rumah sakit itu kemudian terus-menerus diperbaiki dan diperluas di masa kegubernuran Henry Bouverie pada tahun 1837 dan 1838. Rumah sakit tersebut ditutup pada tahun 1923 dan bangunannya tetap berdiri hingga saat ini.[3] Kini terdapat rencana untuk memugar kembali Lazaret Pulau Manoel.[4]
Orang-orang Afrika yang dikirim ke Savannah, Georgia, Amerika Serikat pada zaman perbudakan harus berdiam secara khusus di Pulau Tybee, yang dapat dicapai oleh kapal-kapal budak melaui jalur teluk Lazaretto.
Pulau Lazaretto (dahulu dikenal dengan nama Aghios Dimitrios) terletak dua mil laut timur-laut kota Kerkyra, Yunani (39°38′28″N19°55′26″E / 39.641°N 19.924°E / 39.641; 19.924). Pada awal abad 16 ketika Kerkyra masih di bawah kuasa Venesia, dibangun sebuah biara di pulau kecil tersebut guna pencegahan penyakit. Di abad itu juga, pulau tersebut diubah namanya menjadi Pulau Lazaretto merujuk pada leprosarium yang didirikan di sana. Ketika Perancis menguasai Kerkyra pada tahun 1798, armada gabungan Rusia-Turki mengambil alih dan menjadikan pulau tersebut sebagai rumah sakit militer. Selama pendudukan Inggris tahun 1814, leprosarium tersebut direnovasi dan kembali beroperasi. Saat Kepulauan Ionia digabungkan dengan Yunani (1864), leprosarium tersebut hanya beroperasi ketika dibutuhkan.
Pulau Lazaret juga masih berdiri di Ithaki dan juga Zakynthos.
Menurut Edward Hastes pada tahun 1798, dua kapal rumah sakit besar (juga disebut lazaretto), (yang merupakan bekas badan kapal yang selamat dari 44 kapal meriam) ditambatkan di teluk Halstow di Kent. Teluk tersebut merupakan sebuah ceruk dari Sungai Medway dan Sungai Thames. Kapal rumah sakit itu bertugas mengawasi kapal-kapal yang datang ke Inggris, yang dipaksa untuk dikarantina di teluk tersebut guna melindungi negara dari penyakit menular, termasuk wabah penyakit.[5]
Selama masa pendudukan Nazi atas Polandia, kamp pemusnahan Treblinka yang dikelola oleh Jerman memiliki sebuah lubang di mana orang-orang baru yang sakit parah ditembak mati. Julukan halus yang diberikan oleh para pegawai terhadap area ini adalah lazaret.
Pada tahun 2002, salah satu lazaret yang masih berdiri di Eropa adalah Lazaret Dubrovnik, Kroasia.[7]
Di Amerika Serikat, Lazaret Philadelphia dibangun pada tahun 1799 sebagai respon atas peristiwa epidemi demam kuning tahun 1793.[8]
Pada masa kolonial, pemerintahHindia Belanda menjadikan Pulau Onrust di Kabupaten Kepulauan Seribu sebagai pusat karantina bahari. Pulau yang sebelumnya berfungsi sebagai pelabuhan dan galangan kapal ini, mulai digunakan sebagai petirahanTBC pada awal abad 20. Kemudian pada tahun 1911-1923, Belanda mengubah kembali fungsinya menjadi tempat karantinahaji. Para calon haji dikarantina di pulau ini untuk membiasakan mereka dengan udara laut, sebelum akhirnya diberangkatkan ke tanah suciMakkah menggunakan kapal laut. Sepulangnya dari tanah suci, mereka kembali dikarantina di sini.
^Hasted, Edward (1799). "Parishes". The History and Topographical Survey of the County of Kent. 6: 34–40. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-07. Diakses tanggal 28 February 2014.