Kerajaan Banawa adalah sebuah kerajaan di Indonesia yang terletak di wilayah Banawa. Kerajaan ini didirikan oleh Sawerigading dengan putranya yang bernama La Galigo. Dengan perahu layar yang ramping bernama Banawa, mereka mengarungi lautan sampai ke pesisir barat Sulawesi Tengah dan berlabuh di sebuah pantai kira-kira 7 km dari kota Donggala sekarang.[1]
Pantai tersebut dinamakan Langga Lopi dan daerah disekitarnya disebut Banawa. Di daerah ini La Galigo menikah dengan putri Kaili dari Kerajaan Pudjananti bernama Daeng Malino Karaeng Tompo Ri Pudjananti sebagai istri keempatnya. Dari pernikahan tersebut, dia memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Lamakarumpa Daeng Pabetta La Mapangandro sedangkan yang kedua diberi nama Wettoi Tungki Daeng Tarenreng Masagalae Ri Pudjananti.[2]
1552 – 1557: Raja Banawa II, bernama I Tasa Banawa
1650 – 1698: Raja Banawa III, bernama Intoraya
1698 – 1758: Raja Banawa IV, bernama La Bugia
1758 – 1800: Raja Banawa V, bernama Isa Bida, raja wanita
1800 – 1845: Raja Banawa VI, bernama Puteri Sandudogie, raja wanita
1845 – 1889: Raja Banawa VII, bernama La Sa Banawa (bergelar "Mpue Mputi")
1889 – 1903: Raja Banawa VIII, bernama La Makagili
1903 – 1926: Raja Banawa IX, bernama La Marauna (bergelar "Mpue Totua")
1926 – 1932: Raja Banawa X, bernama La Gaga
1932 – 1947: Raja Banawa XI, bernama La Ruhana
1947 – 1959: Raja Banawa XII, bernama La Parenrengi[a]
2003 - 2006 Raja Banawa XIII, bernama Adam Ardjad Lamarauna
2006 - Sekarang Raja Banawa XIV, bernama Datu Wajar Lamarauna
Catatan
^Dia adalah putra bungsu Raja La Marauna, dan menikah dengan Sania Tombolotutu. La Parenrengi adalah Ketua PNI Pertama di Sulawesi Tengah sekaligus menjadi raja terakhir pada masa Kerajaan Banawa, dia meninggal di Palu pada tahun 1986.