Tiger Sky Tower, sebelumnya dikenal dengan Carlsberg Sky Tower, merupakan menara obsevarsi tertinggi di Singapura. Terletak di dalam area Imbiah Lookout di pusat Pulau Sentosa. Resmi dibuka pada 7 Februari 2004 dan ditutup pada 28 Desember 2018.
Menara ini memiliki ketinggian 110 meter di atas permukaan tanah, atau sekitar 36 lantai gedung, dan elevasi 131 meter di atas permukaan laut. Menara ini selesai dibangun pada tahun 2004, serta dimiliki oleh C. Melchers GmbH & Co.
Tampilan
Pada lantai dasar, pengunjung memasuki ruangan ber-AC berbentuk cakram atau bundaran besar dengan jendela kaca di sekelilingnya. Cakram tersebut akan berputar perlahan untuk melihat pemandangan saat mulai menaiki menara.
Dari atas, kita dapat melihat seluruh rentang cakrawala Singapura dan pemandangan panorama pulau ini. Pada hari yang cerah, salah satu dari kita bahkan mungkin bisa melihat cakrawala di bagian Johor Bahru serta Indonesia.
Struktur
Tinggi menara: 110 meter
Tinggi tampilan: 91 meter
Diameter kolom menara: 2,5 meter
Diameter pondasi: 15 meter
Kapasitas: 72 orang
Berat Menara: 200 metrik ton (197 ton)
Konstruksi
Sky Tower dimanufaktur oleh HUSS Park Attractions dari Bremen, Jerman. Sky Tower dirakit dalam waktu 6 bulan di pabrik HUSS di Eropa.
Pengelolaan
Sky Tower Pte Ltd merupakan proyek yang dinaungi Melchers Project Management Pte Ltd.
Melchers Project Management, sebagai pemegang saham dari Sky Tower Pte Ltd, menjalankan operasi harian Carlsberg Sky Tower dengan bekerja sama dengan Sentosa Leisure Group (SLG). SLG ialah agen pemasaran, penjualan, serta operasi Sky Tower.
Sky Tower terbuka untuk khalayak publik pada 7 Februari 2004. Carlsberg adalah nama sponsor untuk Sky Tower. Akan tetapi, pada tahun 2008, nama dari sponsor telah berubah menjadi Tiger Beer.
Kerusakan
Pada 11 Juni 2010, menara ditutup karena adanya gangguan mekanis. Dibuka kembali pada 8 Juli setelah diadakannya sekitar lebih dari 100 uji coba.[1]
Pada 23 Juli 2010, menara mendadak berhenti, membuat 11 orang terlantar di atas. Mereka diselamatkan setelah staf mencapai mereka melalui tangga pusat. Gangguan tersebut disebabkan oleh lengkungan yang tidak rata di lintasan yang memengaruhi keseimbangan kabin/cakram. Wahana ini dibuka kembali pada 30 Juli 2010.
Pada 12 Agustus 2017, menara berhenti karena kesalahan mekanis, menyebabkan 39 orang terlantar di atas lebih dari 4 jam. Mereka diselamatkan setelah teknisi Sky Tower dibantu dengan kerekan manual untuk menurunkan gondola. Tiger Sky Tower kembali beroperasi setelah melakukan berbagai uji coba pada 25 November 2017.[2]
Penutupan
Per 23 Oktober 2018, Tiger Sky Tower diumumkan akat tutup dari 28 Desember dan seterusnya.[3] Menara akan dipindahkan ke negara lain dan proses pemindahan dimulai pada Januari 2019.