Manajemen perikanan

Manajemen perikanan adalah ilmu perikanan yang mengedepankan ekstraksi sumber daya perikanan pada level yang berkelanjutan. Berdasarkan FAO, tidak ada definisi manajemen perikanan yang jelas dan dapat diterima oleh semua pihak.[1] Namun FAO sendiri dalam tugas dan wewenangnya menggunakan istilah manajemen perikanan sebagai "proses terintegerasi dari pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pengambilan keputusan, alokasi sumber daya, dan formulasi serta implementasi, diikuti dengan penegakan hukum jika diperlukan, oleh lembaga yang berwenang di daerah tersebut untuk memastikan produksi sumber daya dan tujuan perikanan terus berlanjut".[1]

Sejarah

Perikanan telah lama diatur secara eksplisit di berbagai tempat selama ratusan tahun. Seperti contoh masyarakat Maori di Selandia Baru telah melarang penangkapan ikan melebihi apa yang bisa dimakan dan memberikan kelebihannya sebagai persembahan bagi dewa laut Tangaroa.[2] Pada abad 18 telah dimulai usaha untuk mengatur perikanan di Nord-Norge, utara Norwegia dan menghasilkan hukum yang dikenal saat ini sebagai pembagian wilayah hak usaha (territorial use right).[3] Lokasi perikanan dibagi berdasarkan area yang dekat dengan basis penangkapan ikan terdekat dan lalu dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil di mana kapal diizinkan untuk menangkap ikan. Alokasi wilayah penangkapan ikan ditentukan oleh komite berwenang setempat, biasanya dikepalai oleh pemilik fasilitas di daratan di mana nelayan harus menyewanya untuk melakukan kebutuhan perikanan seperti fasilitas pengeringan dan pembekuan ikan.[4]

Manajemen perikanan berbasis lembaga pemerintahan merupakan ide yang tergolong baru, dikembangkan pertama kali di Eropa utara setelah "Konferensi Penangkapan ikan berlebih" diadakan di London tahun 1936. Karya Ray Beverton dan Sidney Holt mengenai dinamika perikanan komersial di Laut Utara[5] menjadi dasar bagi skema manajemen perikanan pada tahun 1960an. Namun Beverton menganggap bahwa pakar biologi perikanan dan manajemen perikanan telah salah menginterpreasikan hasil karyanya.[6]

Tujuan politis

Berdasarkan FAO, manajemen perikanan harus secara eksplisit dijadikan tujuan politis dengan prioritas yang transparan.[7] Tujuan politis yang umum dieksploitasi dalam sumber daya perikanan mencakup:[8]

  • Maksimisasi hasil biomassa
  • Maksimisasi hasil ekonomi
  • Menjaga dan menambah lapangan pekerjaan
  • Menjaga produksi dan ketahanan pangan
  • Meningkatkan pendapatan ekspor

Tujuan politis tersebut dapat menjadi bagian lemah dari manajemen perikanan karena beberapa poin dapat berlawanan satu sama lain.[8]

Tujuan internasional

Tjuan perikanan harus diekspresikan secara jelas dalam kerangka manajemen perikanan. Di banyak negara, manajemen perikanan dibuat berdasarkan perjanjian internasional, meski tidak mengikat, seperti Code of Conduct for Responsible Fisheries,[9] yang disahkan pada pertemuan FAO pada tahun 1995. Asas kehati-hatian (precautionary principle) yang tertulis di dalamnya mencakup peraturan yang mengatur angka pembiakan minimum, angka kematian maksimum, dan sebagainya.

Perjanjian internasional dibutuhkan dalam rangka mengatur penangkapan ikan di perairan internasional. Keinginan untuk perjanjian ini dan masalah kelautan lainnya mendorong terbentuknya tiga konferensi mengenai Hukum Kelautan, dan perjanjian yang disebut dengan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Konsep seperti zona ekonomi eksklusif (ZEE) mengalokasikan kedaulatan tertentu dari suatu negara terhadap sumber daya perikanan di zona tersebut. Perpotongan wilayah antar negara di perairan di area zona ekonomi eksklusif membutuhkan perjanjian antara pemerintah negara terkait.

Migrasi ikan yang terjadi dari satu wilayah ZEE ke wilayah ZEE yang lain juga merupakan suatu masalah yang harus diselesaikan antara negara terkait.

Mekanisme manajemen

Banyak negara yang telah membuat lembaga di pemerintahannya yang berwenang dalam urusan kelautan dan perikanan untuk mengendalikan penangkapan ikan di wilayah perairannya. Empat kategori manajemen umum berdasarkan input dan outputnya, secara langsung maupun tidak langsung, mencakup:

Input Output
Tidak langsung Lisensi kapal penangkap ikan Pengaturan metode penangkapan ikan
Langsung Pembatasan akses masuk Kuota penangkapan ikan dan regulasi teknis

Kuota penangkapan ikan

Sistem kuota penangkapan ikan adalah batas total tangkapan yang dialokasikan kepada nelayan dan industri penangkapan ikan. Mereka juga bisa membeli, menjual, dan mentransaksikan kuota di antara mereka sendiri. Studi menunjukan bahwa kuota penangkapan ikan mencegah jatuhnya industri perikanan dan mengembalikan dunia perikanan yang pernah mengalami kejatuhan.[10][11][12][13]

Studi lainnya menunjukan bahwa sistem kuota ini memberikan dampak negatif secara sosial ekonomi terhadap nelayan kecil.[14] Dampak negatif ini sebagian besar disebabkan oleh pemusatan kuota di tangan sebagian kecil pelaku usaha penangkapan ikan yang memiliki modal tinggi. Selain itu, pelaku penangkapan ikan yang sudah tidak aktif juga menjual kuotanya ke pihak yang mampu membeli dengan harga tinggi.[15]

Prinsip pencegahan

Buku Panduan Manajer Perikanan yang diterbitkan FAO tahun 2009 menunjukan bahwa pendekatan prinsip pencegahan perlu dilakukan ketika kelentingan ekosistem dan dampak manusia sulit diketahui kondisinya pada masa depan dan tidak mudah untuk membedakannya antara dampak manusia dan dampak alami."[7]:130[16] Prinsip pencegahan mengusulkan bahwa ketika suatu tindakan memiliki risiko untuk merusak, maka seharusnya tidak dilakukan hingga studi ilmiah menunjukan bahwa tindakan tersebut terbukti aman. Dalam sejarah, manajer perikanan justru melakukan ini dalam hal yang sebaliknya, yaitu mencegah aktivitas perikanan ketika kerusakan telah terjadi.[17] Prinsip pencegahan dalam dunia perikanan dalam sebuah studi menunjukkan bahwa stok ikan dan hasil perikanan bisa seimbang dengan prinsip manajemen yang lebih ketat.[18]

Perubahan iklim

Pada masa lalu, perubahan iklim telah mempengaruhi perikanan darat dan lepas pantai, dan perubahan tersebut kemungkinan besar akan terus berlanjut.[19] Dari perspektif perikanan, faktor pengendali utama dari perubahan iklim mencakup peningkatan temperatur air, perubahan siklus hidrologi, perubahan fluks nutrisi, dan relokasi pembiakan dan habitat. Lebih jauh lagi, perubahan iklim dapat mengakibatkan perubahan genetika dan organisasi biologis di tingkat ekosiste, populasi, dan individu.[20]

Dinamika populasi

Dinamuka populasi perikanan menjelaskan pertumbuhan dan penurunan stok ikan dalam sepanjang kurun waktu tertentu, yang dikendalikan berdasarkan angka kelahiran, kematian, dan migrasi. Ini adalah dasar pemahaman perubahan pola perikanan dan masalah yang ditimbulkan seperti kerusakan habitat hingga perencanaan laju pemanenan ikan yang optimal. Dinamika populasi perikanan telah digunakan secara tradisional oleh ilmuwan perikanan untuk menentukan hasil perikanan yang berkelanjutan.[21][22] Perhitungan dasar populasi dinamik yaitu:[23]

N1 = N0 + BD + IE

di mana N1 adalah jumlah individu pada waktu 1, N0 adalah jumlah individu pada waktu 0, B adalah jumlah ikan yang lahir, D jumlah ikan yang mati, I jumlah ikan yang berimigrasi ke dalam populasi, dan E jumlah ikan yang beremigrasi ke luar populasi.

Perhatian diperlukan ketika mengaplikasikan dinamika populasi ikan yang real di dunia perikanan. Pada masa lalu, permodelan yang terlalu sederhana, seperti mengabaikan ukuran, usia, dan status reproduksi ikan, fokus pada permodelan satu spesies, mengabaikan hasil tangkapan sampingan, dan mengabaikan dampak kerusakan lingkungan telah mendorong terjadinya kejatuhan hasil tangkapan ikan.[24][25]

Perikanan berbasis ekosistem

Berdasarkan pakar ekologi kelautan Chris Frid, industri penangkapan ikan menyalahkan polusi dan pemanasan global sebagai penyebab dari rendahnya stok ikan sekarang. Penangkapan ikan berlebihan juga memiliki efek tersebut.[26]

Ikan berusia tua

Ikan Sebastes mystinus merupakan ikan penghasil telur dan larva ikan yang penting

Praktik manajemen perikanan tradisional fokus pada penangkapan ikan yang tua dan membiarkan ikan muda. Hampir semua ikan laut menghasilkan telur dalam jumlah besar, dan diasumsikan bahwa ikan muda menghasilkan telur dan larva ikan lebih baik dari ikan tua.[27]

Namun, penelitian pada tahun 2005 terhadap ikan dari genus Sebastes menunjukkan bahwa ikan tua lebih penting bagi ikan muda dalam mempertahankan stok ikan. Larva ikan yang dihasilkan dari ikan tua ini tumbuh lebih cepat dan lebih tahan kelaparan dibandingkan larva ikan yang dihasilkan ikan muda. Kegagalan dalam memahami peran ikan tua ini mungkin mampu menjelaskan kejatuna hasil penangkapan ikan di pantai barat Amerika Serikat. Pengembalian jumlah stok ikan pada masa depan diperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun.[27]

Kualitas data

Pembatas utama dalam pengambilan keputusan di manajemen perikanan adalah ketiadaan data berkualitas. Pengambilan keputusan di manajemen perikanan sering kali berdasarkan model populasi, tetapi permodelan membutuhkan data berkualitas agar efektif. Dikatakan bahwa lebih baik menggunakan permodelan sederhana asalkan data yang digunakan akurat.[28]

Faktor manusia

Mengatur perikanan juga tentang mengatur manusia dan ikim usaha, tidak hanya mengatur ikan. Populasi ikan diatur dengan meregulasi tindakan yang dilakukan manusia.[29] If fisheries management is to be successful, then associated human factors, such as the reactions of fishermen, are of key importance, and need to be understood.[30]

Regulasi manajemen harus mempertimbangkan implikasi dari pemegang kuasa. Nelayan bergantung pada hasil tangkapan untuk menyediakan penghasilan bagi keluarganya. Profesi nelayan bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Kebanyakan nelayan membangun pemukiman dekat dengan industri perikanan. Perubahan peraturan dapat berdampak pada kegiatan ekonomi di seluruh pemukiman. Pemotongan kuota penangkapan ikan dapat menghasilkan efek negatif terhadap kemampuan nelayan untuk berkompetisi dengan industri lain yang berkembang di tempat tersebut, misal industri pariwisata.[31]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b FAO (1997) Fisheries Management Section 1.2, Technical Guidelines for Responsible Fisheries. FAO, Rome. ISBN 92-5-103962-3
  2. ^ Meredith P (2009) Te hi ika – Maori fishing - Traditional practices Te Ara - the Encyclopedia of New Zealand. Updated 2 March 2009. Retrieved 22 February 2011.
  3. ^ Christy FT (1983) Territorial Use Rights in Fisheries: Definitions and Conditions FAO Fisheries, Technical Paper No. 227, Rome. ISBN 92-101269-5.
  4. ^ Hannesson R, Salvanes JG and Squires A (2008) "Technological change and the Tragedy of the Commons: The Lofoten Fishery over Hundred and Thirty Years" Diarsipkan 2016-01-14 di Wayback Machine. Institutt for Samfunnsøkonomi. Discussion paper SAM 5 2008.
  5. ^ Beverton & Holt 1957
  6. ^ Beverton 1992
  7. ^ a b FAO, Rome (2009) A Fishery Manager's Guidebook Eds. Cochrane KL and Garcia S. ISBN 978-1-4051-7085-7
  8. ^ a b Duzgunes, E; Erdogan, N (2008). "Fisheries Management in the Black Sea Countries" (PDF). Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences. 8: 181–192. 
  9. ^ Code of Conduct for Responsible Fisheries
  10. ^ Costello, Christopher; Gaines, Steven D.; Lynham, John (2008). "Can Catch Shares Prevent Fisheries Collapse?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-15. Diakses tanggal 2013-08-29. 
  11. ^ Debora MacKenzie New Scientist: Guaranteed fish quotas halt commercial free-for-all
  12. ^ A Rising Tide: Scientists find proof that privatising fishing stocks can avert a disaster The Economist, 18 Sept, 2008.
  13. ^ New study offers solution to global fisheries collapse Eureka alert.
  14. ^ Soliman, Adam (2014) "Using individual transferable quotas (ITQs) to achieve social policy objectives: A proposed intervention"] Marine Policy, 45C: 76–81.
  15. ^ Soliman, Adam (2014) "Individual transferable quotas in world fisheries: Addressing legal and rights-based issues" Ocean and Coastal Management Journal, 87: 102–113.
  16. ^ FAO (2003)Fisheries management: The ecosystem approach to fisheries Annex 2. Principles of relevance to an ecosystem approach to fisheries (EAF)], Page 85. Rome. ISBN 92-5-104897-5.
  17. ^ Dayton PK (1998) "Reversal of the burden of proof in fisheries management" Science, 279(5352): 821– 822.
  18. ^ Shertzer KW and Prager MH (2007) "Delay in fishery management: diminished yield, longer rebuilding, and increased probability of stock collapse" ICES J. Mar. Sci. 64: 149–159.
  19. ^ Gucinski, Lackey, and Spence (1990)
  20. ^ Hlohowskyj, Brody, and Lackey, (1996)
  21. ^ Wilderbuera, Thomas K and Zhang, Chang Ik (1999) Evaluation of the population dynamics and yield characteristics of Alaska plaice, Pleuronectes quadrituberculatus, in the eastern Bering Sea. Fisheries Research. Volume 41, Issue 2.
  22. ^ Richard W Zabel, Chris J Harvey, Steven L Katz, Thomas P Good, Phillip S Levin (2003) Ecologically Sustainable Yield. Diarsipkan 2011-06-11 di Wayback Machine. American Scientist, March–April.
  23. ^ Caswell, H. 2001. Matrix population models: Construction, analysis and interpretation, 2nd Edition. Sinauer Associates, Sunderland, Massachusetts. ISBN 0-87893-096-5.
  24. ^ Larkin, PA (1977). "An epitaph for the concept of maximum sustained yield". Transactions of the American Fisheries Society. 106: 1–11. doi:10.1577/1548-8659(1977)106<1:AEFTCO>2.0.CO;2. [pranala nonaktif permanen]
  25. ^ Walters, C; Maguire, J (1996). "Lessons for stock assessment from the northern cod collapse". Reviews in Fish Biology and Fisheries. 6: 125–137. 
  26. ^ University of Liverpool (2006). "Marine Ecologists To Help Rebuild Decreasing Fish Stocks" ScienceDaily.
  27. ^ a b AAAS (2005) New Science Sheds Light on Rebuilding Fisheries
  28. ^ "Adkison advocates increased fisheries data gathering". University of Alaska Fairbanks. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-11. Diakses tanggal 2013-08-29. 
  29. ^ Mahon & McConney 2004
  30. ^ Hilborn, R (2007). "Managing fisheries is managing people: what has been learned?". Fish and Fisheries. 8 (4): 285–296. doi:10.1111/j.1467-2979.2007.00263_2.x. 
  31. ^ Elder 2006

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Read other articles:

Diploma militer yang memberikan kewarganegaraan kepada pasukan yang akan pensiun dan keluarganya. Kalimat kunci di sini adalah est civitas eis data, dan civitas berarti kewarganegaraan. Menurut Cicero pada masa akhir Republik Romawi, istilah civitas (jamak civitates,pengucapan Latin: [kɪwɪtaːs] ) adalah tubuh sosial cives, atau warga, yang disatukan oleh hukum (concilium coetusque hominum jure sociati). Hukum-lah yang mengikat mereka semua dengan memberikan tanggung jawab (munera) di sat…

Zukri Misran Bupati Pelalawan ke-4PetahanaMulai menjabat 26 April 2021PresidenJoko WidodoGubernurSyamsuar Edy NasutionWakilNasarudinPendahuluMuhammad HarrisPenggantiPetahanaWakil Ketua DPRD Provinsi RiauMasa jabatan2019–2020Ketua DPRDIndra Gunawan EetPenggantiSyafaruddin PotiKetua Umum DPD PDIP Provinsi RiauPetahanaMulai menjabat 2019Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P)Megawati Soekarno PutriPendahuluRokhmin Dahuri (Plh.) Kaderismanto (Plt.)PenggantiPetahana Informasi pribadiLahir3 Ap…

Museum in Cairo, Egypt Museum of Islamic Artمتحف الفن الاسلامىEstablished1903; 121 years ago (1903)LocationCairoCoordinates30°02′41″N 31°15′10″E / 30.04472°N 31.25278°E / 30.04472; 31.25278TypeArt museumDirectorAhmed seyamCuratorAbbas Hilmi IIWebsitehttp://www.miaegypt.org The Museum of Islamic Art (MIA) in Cairo, Egypt is considered one of the greatest museums in the world, with its exceptional collection of rare woodwork and…

† Египтопитек Реконструкция внешнего вида египтопитека Научная классификация Домен:ЭукариотыЦарство:ЖивотныеПодцарство:ЭуметазоиБез ранга:Двусторонне-симметричныеБез ранга:ВторичноротыеТип:ХордовыеПодтип:ПозвоночныеИнфратип:ЧелюстноротыеНадкласс:Четвероноги…

この項目には、一部のコンピュータや閲覧ソフトで表示できない文字が含まれています(詳細)。 数字の大字(だいじ)は、漢数字の一種。通常用いる単純な字形の漢数字(小字)の代わりに同じ音の別の漢字を用いるものである。 概要 壱万円日本銀行券(「壱」が大字) 弐千円日本銀行券(「弐」が大字) 漢数字には「一」「二」「三」と続く小字と、「壱」「弐」…

K. Vijaya BhaskarPekerjaanSutradaraTahun aktif1991-sekarang K. Vijaya Bhaskar adalah seorang sutradara film papan atas dari industri film Telugu. Ia adalah alumnus Sainik School, Korukonda. Filmografi sebagai sutradara Masala (2013)[1] Prema Kavali (2011) Bhale Dongalu (2008) Classmates (2007) Jai Chiranjeeva (2005) Malliswari (2004) Tujhe Meri Kasam (2003) - Film Hindi Manmadhudu (2002) Nuvvu Naaku Nachav (2001) Nuvve Kavali (2000) Swayamvaram (1999) Prarthana (1991) Referensi ^ ht…

Tell Your Girlfriend redirects here. For the song by Lay Bankz, see Tell Ur Girlfriend. 2021 studio album by Anne-MarieTherapyStudio album by Anne-MarieReleased23 July 2021 (2021-07-23)GenrePop[1]Length33:50Label Major Tom's Atlantic Asylum Producer Digital Farm Animals Mojam TMS Nathan Dawe Grades Sire Noah Lostboy Cameron Gower Poole Oak Jean-Marie Rudimental Elvira Anderfjärd Blake Slatkin Fred Ball Anne-Marie chronology Speak Your Mind(2018) Therapy(2021) Unhe…

Державний комітет телебачення і радіомовлення України (Держкомтелерадіо) Приміщення комітетуЗагальна інформаціяКраїна  УкраїнаДата створення 2003Керівне відомство Кабінет Міністрів УкраїниРічний бюджет 1 964 898 500 ₴[1]Голова Олег НаливайкоПідвідомчі орг…

2020年夏季奥林匹克运动会波兰代表團波兰国旗IOC編碼POLNOC波蘭奧林匹克委員會網站olimpijski.pl(英文)(波兰文)2020年夏季奥林匹克运动会(東京)2021年7月23日至8月8日(受2019冠状病毒病疫情影响推迟,但仍保留原定名称)運動員206參賽項目24个大项旗手开幕式:帕维尔·科热尼奥夫斯基(游泳)和马娅·沃什乔夫斯卡(自行车)[1]闭幕式:卡罗利娜·纳亚(皮划艇)[2…

Up10tion업텐션Informasi latar belakangAsalSeoul, Korea SelatanGenreK-popdanceTahun aktif2015 (2015)–sekarangLabel TOP Media Studio J Artis terkaitTOP Media FamilySitus webwww.u10t.co.krup10tion.jpAnggota Jinhoo Kuhn Kogyeol Wei Bitto Wooshin Sunyoul Gyujin Hwanhee Xiao Up10tion (digayakan dengan huruf besar semua; Hangul: 업텐션; diucapkan sebagai up-tension) adalah grup vokal pria Korea Selatan yang dibentuk oleh TOP Media pada tahun 2015. Grup ini terdiri dari sepuluh ang…

Television series ESPN PPVCountryUnited StatesAvailabilityNationalOwnerThe Walt Disney Company (80%) Hearst Communications (20%)ParentESPN Inc.Launch date1999Picture format480i (SDTV) ESPN PPV is the banner for pay-per-view events produced by ESPN. The service primarily serves as the distributor for ESPN College Extra, an out-of-market sports package that carries college basketball and football events. The service was originally launched in 1999 as ESPN Extra SkyREPORT.COM News[1] and wa…

علاقات دوليةصنف فرعي من علوم سياسية — سياسات دولية جزء من دبلوماسية — علوم سياسية وعلاقات دولية يمتهنه international relations scholar (en) فروع دراسات السلام والصراع الموضوع علاقات خارجية تعديل - تعديل مصدري - تعديل ويكي بيانات جزء من سلسلة مقالات حولسياسة المخطط الفهرس  [لغات أخرى]…

American jockey (1867–1925) Fred TaralFred Taral around 1903OccupationJockey & trainerBornAugust 2, 1867Peoria, Illinois, United StatesDiedFebruary 13, 1925 (aged 57)Jamaica, New York, USCareer wins1,437Major racing winsUnited States wins:September Stakes (1890)Dolphin Stakes (1891, 1893)Double Event Stakes (part 2)(1891, 1892, 1899)Juvenile Stakes (1891)Ladies Handicap (1891, 1897)Reapers Stakes (1891, 1896, 1898)Sapphire Stakes (1891)Spring Stakes (1891, 1896, 1897)Flight Stakes (1892, 1…

Association football club in England Football clubBeverley TownFull nameBeverley Town Football ClubFounded1902; 122 years ago (1902)GroundNorwood Recreation GroundCapacity1,000 (56 seated)ChairmanMark SmithManagerDave RicardoLeagueNorthern Counties East League Premier Division2023–24Northern Counties East League Division One, 2nd of 23 (promoted via play-offs) Beverley Town Football Club is a football club based in Beverley, East Riding of Yorkshire, England. They are current…

Subdivision of Malta Local councils of MaltaKunsilli lokali ta' Malta (Maltese)CategoryUnitary stateLocationRepublic of MaltaNumber68 Local CouncilsPopulations243 (Mdina) – 29,097 (St. Paul's Bay)Areas0.16 km2 (0.06 sq mi) (Senglea) – 26.6 km2 (10.27 sq mi) (Rabat)GovernmentLocal council government, National governmentSubdivisionsLocal Community Council Politics of Malta Republic Constitution President (list) George Vella Government Prime Minister (list) Robert …

Former borough in Cheshire, England This article is about the borough. For the constituency, see Crewe and Nantwich (UK Parliament constituency). Borough of Crewe and NantwichShown within CheshireHistory • OriginCrewe Municipal BoroughNantwich Urban DistrictNantwich Rural District • Created1 April 1974 • Abolished31 March 2009 • Succeeded byCheshire East StatusNon-metropolitan districtONS code13UD • HQCrewe The Municipal Buildings …

Main article: 1996 United States presidential election 1996 United States presidential election in Oregon ← 1992 November 5, 1996 2000 →   Nominee Bill Clinton Bob Dole Ross Perot Party Democratic Republican Reform Home state Arkansas Kansas Texas Running mate Al Gore Jack Kemp James Campbell Electoral vote 7 0 0 Popular vote 649,641 538,152 121,221 Percentage 47.15% 39.06% 8.80% County Results Clinton   40-50%   50-60% Dole …

The 2009 Fashion Trashion show at the University of Minnesota, Morris featured outfits created from trash and recycled materials A woman in Ghana wearing a dress made of repurposed waste. Trashion (a portmanteau of trash and fashion) is a term for art, jewellery, fashion and objects for the home created from used, thrown-out, found and repurposed elements. The term was first coined in New Zealand in 2004[1] and gained in usage through 2005.[2] Trashion is a subgenre of found obje…

Bernardo GuimarãesLahirBernardo Joaquim da Silva Guimarães(1825-08-15)15 Agustus 1825Ouro Preto, Minas Gerais, BrasilMeninggal10 Maret 1884(1884-03-10) (umur 58)Ouro Preto, Minas Gerais, BrasilPekerjaanPenyair, novelisKebangsaan BrasilAlmamaterUniversitas São PauloAliran sastraRomantisismeKarya terkenalA Escrava Isaura, O Seminarista, O GarimpeiroPasanganTeresa Maria Gomes de Lima Bernardo Joaquim da Silva Guimarães (pengucapan bahasa Portugis: [beʁˈnaʁdu ɡimaˈɾɐ̃…

JättesolfågelStatus i världen: Sårbar[1] SystematikDomänEukaryoterEukaryotaRikeDjurAnimaliaStamRyggsträngsdjurChordataUnderstamRyggradsdjurVertebrataKlassFåglarAvesOrdningTättingarPasseriformesFamiljSolfåglarNectariniidaeSläkteDreptesIlliger, 1811ArtJättesolfågelD. thomensisVetenskapligt namn§ Dreptes thomensisAuktorBarboza du Bocage, 1889UtbredningSynonymer Nectarinia thomensis Jättesolfågel[2] (Dreptes thomensis) är den största fågelarten i tättingfamiljen solfåglar.[3] Den…