Saat ini Kampus Jatinangor mengakomodasi kegiatan perkuliahan bagi 10 program studi sarjana (S1) dan 3 program magister (S2).[2]
Sejarah
Ide pembangunan kampus di Jatinangor didasari oleh kepadatan yang terjadi di Kampus utama ITB (Kampus Ganesha). Dengan luas lahan 28,6 hektar, Kampus Ganesha harus mampu menunjang aktivitas bagi 23.000 orang dosen, karyawan, dan para mahasiswa ITB. Angka tersebut melebihi kapasitas kampus yang semestinya, yakni 15.000 orang. Permasalahan ini menjadi alasan tercetusnya konsep ITB multikampus, yakni pembangunan kampus baru dalam rangka mendukung berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas ITB dalam berkarya.[3]
Pengembangan kampus ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ITB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 27 Januari 2010, kemudian diikuti oleh adendum pertama pada 31 Desember 2010 dan adendum kedua pada 18 Januari 2013. Pada 29 Agustus 2016, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menerima hibah barang daerah dari Pemerintah Daerah Jawa Barat berupa:
Tanah seluas 405.120 meter persegi dan bangunan seluas 27.244 meter persegi;
Bangunan Masjid Al-Jabbar seluas 1.600 meter persegi; dan
Tanah seluas 68.300 m meter persegi yang terletak di Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Pada 14 Agustus 2017, dilakukan serah terima Barang Milik Negara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kepada Institut Teknologi Bandung untuk memastikan pengembangan dan keberlanjutan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi oleh ITB di Kabupaten Sumedang.[3]
Kegiatan akademik
Meskipun sebagian besar kegiatan perkuliahan ITB masih dilakukan di Kampus Ganesha, beberapa program studi sudah melakukan kegiatan perkuliahan di kampus Jatinangor. Program studi yang dimaksud adalah:
Fakultas/sekolah
Program studi
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) – Program Rekayasa
Rekayasa Hayati (BE)
Rekayasa Pertanian (BA)
Rekayasa Kehutanan (BW)
Teknologi Pasca Panen (BP)
Fakultas Teknologi Industri (FTI) – Kampus Jatinangor
Teknik Pangan
Teknik Bioenergi dan Kemurgi
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Teknik Biomedis
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) – Kampus Jatinangor
Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (SA)
Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (IL)
Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Kewirausahaan (MK)
Pada awalnya, mahasiswa yang mengambil program studi di Kampus Jatinangor akan menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun pertama di Kampus ITB Ganesha. Pada tahun kedua dan seterusnya, aktivitas perkuliahan baru dilakukan di Kampus ITB Jatinangor.[4] Kampus ini juga mendukung aktivitas perkuliahan TPB bagi mahasiswa yang mengambil program studi di Kampus ITB Cirebon. Program studi yang dimaksud antara lain Teknik Industri, Perencanaan Wilayah dan Kota, Kriya, dan Teknik Geofisika.
Mulai tahun 2023, kegiatan TPB untuk semua fakultas dan kampus sepenuhnya dilaksanakan di Kampus Jatinangor.
Selain program sarjana (S1), Kampus ITB Jatinangor juga memfasilitasi aktivitas perkuliahan bagi Program Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi, Arsitektur Lansekap, dan Teknik Metalurgi.[2]
Fasilitas
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
Gedung kuliah A, B, C, D, E
Labtek IA dan IB
Labtek IC (Laboratorium sedimentasi)
Labtek IIA dan IIB
Labtek III (Laboratorium cyber security)
Labtek IV (Lab Kayu)
Labtek VA dan VB (Gedung Kehutanan)
Labtek VC (Herbarium Bandungense dan Museum Zoologi)