Perusahaan ini awalnya merupakan anak usaha Hitachi yang dibentuk melalui akuisisi terhadap bisnis produksi cakram keras milik IBM. Perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Western Digital pada tahun 2012. Walaupun begitu, hingga bulan Oktober 2015, perusahaan ini harus tetap beroperasi secara terpisah dari Western Digital, karena adanya persyaratan dari regulator di Tiongkok. Pada tahun 2018, merek HGST resmi dihapus dan produknya kini dipasarkan dengan nama Western Digital.
Sejarah
Hitachi Global Storage Technologies didirikan pada tanggal 6 Januari 2003, sebagai hasil penggabungan antara bisnis produksi cakram keras milik IBM dan Hitachi.[1] Hitachi membeli bisnis produksi HDD milik IBM dengan harga US$2,05 milyar.[2][3]
Pada tanggal 8 Maret 2012, Western Digital (WD) resmi mengakuisisi Hitachi Global Storage Technologies dengan membayar $3,9 milyar secara tunai, serta menyerahkan 25 juta lembar saham WD yang diperkirakan bernilai sekitar $0,9 milyar. Akuisisi ini membuat Hitachi, Ltd. memiliki sekitar 10% saham WD, dan berhak mengutus dua orang untuk bergabung ke dewan direksi WD. Atas alasan antitrust, Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok mengharuskan HGST untuk beroperasi secara terpisah dari Western Digital, sehingga menghalangi integrasi operasi HGST ke WD. Sebagai konsekuensi, HGST pun tetap mengembangkan dan memproduksi produknya sendiri.[4][5]
Sebagai bagian dari kesepakatan, Western Digital setuju untuk bertukar aset dengan Toshiba, di mana Toshiba menerima aset untuk memproduksi cakram keras 3,5 inci, dan WD menerima pabrik Toshiba di Thailand yang digunakan untuk memproduksi drive 2,5 inci (yang telah nonaktif sejak terjadinya banjir pada tahun 2011).[6]
Pada bulan November 2013, HGST mengumumkan sebuah cakram berkapasitas 6 TB yang diisi dengan helium.[7] Pada bulan September 2014, perusahaan ini mengumumkan sebuah cakram helium dengan kapasitas 10 TB, yang menggunakan perekaman magnetis bersirap untuk meningkatkan kepadatan.[8]
Pada bulan Oktober 2015, Kementerian Perdagangan Tiongkok memperbolehkan Western Digital untuk mulai mengintegrasikan HGST ke dalam perusahaannya. Namun WD diwajibkan mempertahankan merek dan tim penjualan HGST setidaknya hingga tahun 2017.[9] Pada tahun 2018, Western Digital mengumumkan bahwa mereka resmi menghapus merek HGST, sehingga semua produk HGST (terutama Ultrastar) akan dipasarkan dengan merek Western Digital.[10][11]
Produk
Cakram keras dan solid-state drives
Ultrastar – Serangkaian produk HDD 3,5 inci dan 2,5 inci kelas korporasi yang dilengkapi dengan SCSI, Fibre Channel, SAS, dan antarmuka SATA; serta serangkaian produk SSD 3,5 inci dan 2,5 inci yang dilengkapi dengan Fibre Channel dan SAS.
Deskstar – Serangkaian produk kelas desktop berukuran 3,5 inci dengan antarmuka SATA.
Travelstar – Serangkaian produk kelas mobile berukuran 2,5 inci dengan antarmuka SATA.
Endurastar – Serangkaian produk kelas berat berukuran 2,5 inci dengan antarmuka PATA atau SATA, terutama untuk keperluan otomotif.
Cinemastar – Berukuran 3,5 inci dan 2,5 inci, dioptimasi untuk keperluan elektronik konsumen, serta memerlukan dukungan streaming dan operasi yang senyap.
Penyimpanan eksternal
Produk LifeStudio, diumumkan pada tahun 2010, namun kini tidak lagi diproduksi, merupakan cakram keras eksternal yang menggabungkan perangkat lunak organisasi foto, sebuah 3D Wall untuk menampilkan konten, dan sebuah kunci USB Flash yang terhubung.[12]
Produk penyimpanan eksternal G-Technology, diakuisisi pada tahun 2009,[13] dipasarkan ke komunitas AppleMacintosh, termasuk para pengguna aplikasi multimedia seperti Final Cut Pro.
Serangkaian produk cadangan penyimpanan awan Touro.