Bahasa Arab Klasik
Bahasa Arab Klasik (bahasa Arab: اللغة العربية التراثية), juga biasanya disebut sebagai bahasa Arab Al-Qur'an, adalah suatu bentuk bahasa Arab yang digunakan dalam naskah sastra dari masa Umayyah dan Abbasiyah (abad ke-7 hingga ke-9). Ia berdasarkan pada dialek suku-suku Arab abad pertengahan. Bahasa Arab Baku Modern (bahasa Arab: لغة عربية فصحى) adalah turunan langsungnya yang saat ini digunakan di dunia Arab untuk penulisan dan percakapan resmi, misalnya dalam pidato, siaran radio, dan konten non hiburan.[3] Meskipun kosakata dan gaya bahasa pada bahasa Arab Modern berbeda dengan bahasa Arab Klasik, dalam hal morfologi dan sintaks pada dasarnya tidak berubah; struktur sintaks yang digunakan hanya sebagian saja (subset) dari yang tersedia pada bahasa Arab Klasik.[4] Namun, dalam penggunaan bahasa sehari-hari terjadi perubahan yang lebih dramatis.[5] Di dunia Arab, antara bahasa Arab Klasik dan bahasa Arab Modern tidak terlalu dibedakan; keduanya disebut sebagai al-fuṣḥá (الفصحى), yang artinya 'bahasa Arab yang paling fasih'. Karena Al-Qur'an ditulis dalam bahasa Arab Klasik, maka bahasa tersebut oleh mayoritas Muslim dipandang sebagai suci.[6] SejarahBahasa Arab Klasik bersumber pada bagian tengah dan utara Jazirah Arab, dan berbeda dari bahasa-bahasa Arab Selatan Kuno yang dipertuturkan di bagian selatan jazirah itu, yang saat ini adalah Yaman.[7] Bahasa Arab Klasik berkembang bersama-sama bahasa-bahasa Arab Utara Kuno lainnya. Pada abad ke-5 SM, Herodotus (Historia I,131; III,8) mengutip julukan seorang dewi dalam bentuk bahasa Arab pra-klasiknya, yaitu Alilat (Ἀλιλάτ, i. e.,ʼal-ʼilat), yang ditafsirkan sebagai "sang dewi".[8] Selain dari bentuk terpisah nama dewi tersebut, bahasa Arab pertama kali ditemukan dalam sebuah prasasti di Qaryat al-Fāw (dahulu bernama Qaryat Dhat Kahil, dekat Sulayyil, Arab Saudi) dari abad ke-1 SM.[9][10] Prasasti tertua dalam bahasa Arab Klasik adalah dari 328 M dan dikenal dengan nama prasasti Namārah, yang ditulis dalam abjad Nabathea dan dinamakan sesuai tempat penemuannya di Suriah selatan pada April 1901.[11] Seiring penyebaran Islam, bahasa Arab Klasik menjadi bahasa yang penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan agama sebab merupakan bahasa dari Al-Qur'an; bahkan pada beberapa kesempatan penyebaran bahasa lebih cepat daripada agamanya.[5] Tata bahasaTata bahasa deskriptif bahasa Arab (قواعد qawāʻid, 'kaidah') telah mengalami perkembangan pada akhir 700-an.[12][13] Ahli tata bahasa Arab terawal yang diketahui adalah ʻAbd Allāh ibn Abī Isḥāq. Hasil upaya dari para ahli tata bahasa selama tiga generasi terangkum dalam karya ulama Persia Sībawayhi. Terdapat pula upaya mutakhir dalam menganotasi keseluruhan tata bahasa Arab dalam Al-Qur'an dengan menggunakan sintaks tradisional: Lihat pulaReferensi
Bibliografi
|
Portal di Ensiklopedia Dunia