Penggung, Nawangan, Pacitan
Asal Usul DesaPada abad ke 18 seorang yang bernama Demang sontorejo, yang pada saat itu dikenal demang yang membawahi dukuh penggung, sengon,petunggero dan salam dan Pagersari. Didukuh Penggung dahulu kedatangan seseorang yang sakti dan tidak jelas namanya , orang tersebut senangya kerja keras dan hidupnya sering berpindah –pindah. Kerja kerasnya seorang tersebut menjadikan menjadikan warga sangat mudah mempengaruhi kehidupan warga dukuh penggung, sehingga wilayah Penggung menjadi subur, makmur dan sejahtera warganya, akhirnya pada tahun 1854 orang tersebut meniggal dunia dan dimakamkan di Penggung yang sampai sekarang dinamakan Puden Pengung. Pada saat Pisowanan Agung adipati Pacitan memanggil semua demang dari semua wilayah, dan Demang sontorejopun menghadiri undangan pisowanan dari adipati Pacitan, dan menceritakan kondisi Penggung yang aman, subur dan lohjinawi, selesai melakukan pisowanan agung, sesuai dengan perintah adipati Pacitan agar setibanya di Penggung segera melakukan Tasyakuran, maka demang sontorejo sampai dirumah melakukan tasyakuran dengan membuat ambeng yang besar , akhirnya Demang Sontorejo memberikan nama Desa menjadi Desa Penggung yang berasal dari kata Tumpeng dan Agung ( sebuah tumpeng yang besar ). Sejarah Pemerintahan DesaDari Data yang dapat dihimpun oleh Tim Desa maka didapat Daftar nama
Kondisi Geografis DesaWilayah Desa Penggung berada pada ketinggian 1.200 m dari permukaan air laut, dimana kondisi daratan dengan kemiringan 25-40% dan secara global merupakan wilayah perbukitan. Angka curah hujan rata-rata cukup tinggi, sebesar 23 mm pertahun sebagaimana daerah lain di Indonesia, Desa Penggung beriklim tropis dengan tingkat kelembaban udara lebih kurang 75% dan suhu udara rata-rata 21 – 25 °C, serta curah hujan terendah terjadi pada bulan Juni sampai dengan Oktober. Iklim Desa Penggung yakni iklim tropis dengan 2 musim, yaitu musim hujan antara bulan Nopember – April dan musim kemarau antara bulan April - Nopember. Secara Administrasi Desa Penggung terletak sekitar 12 Km dari ibu kota Kecamatan Nawangan, kurang lebih 53 Km dari ibukota Kabupaten Pacitan, dengan dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga diantaranya di Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Brenggolo Kec. Jatiroto Jawa Tengah, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pakis Baru Kec.Nawangan . Disebelah Selatan berbatasan dengan Desa Jetis Lor dan Desa Tokawi Kec.Nawangan sedangkan disebelah Barat berbatasan dengan Desa Sidorejo Kec.Tirtomoyo Kab.Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Jajaran Pemerintahan DesaPerangkat Desa terdiri dari Jajaran Sekretariat Desa dan Pelaksana Kewilayahan ( Kepala Dusun ) Sekretariat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Kepala Urusan serta Kepala Seksi, Desa penggung yang menurut klasifikasi Desa termasuk Desa Swakarya secara struktur terdiri Atas 3 Kepala urusan dan 3 Kepala Seksi.. dan Kepala Dusun terdiri dari 7 Dusun sebagai berikut : Kepala Desa :Bolo Winarso Sekretaris Desa : Bibit Santoso Kepala urusan Tata Usaha dan Umum : Rian Wibowo Kepala Urusan Keuangan : Ayu Fuji Rahayu, S.Pd. Kepala Urusan Perencanaan : Nuryadin Kepala Seksi Pemerintahan : - Kepala Seksi Pelayanan : Richo Nanda Setiawan Kepala Seksi Pemberdayaan : - kepala dusun Pagersari : Sarijan Kepala Dusun Siki : Sugito Kepala Dusun Petunggero Atas : Sriyanto Kepala Dusun Petunggero Bawah : Sugianto Kepala Dusun Sengon : Suryani, S.Pd. Kepala Dusun Penggung : Rosidianto Kepala Dusun burat Banyu : Suyono
Anggota Periode 2013 - 2020
Tabel Data Kependudukan berdasar Populasi Per Wilayah
|