Limitless
Limitless adalah film thriller fiksi ilmiah Amerika Serikat tahun 2011, yang disutradarai oleh Neil Burger dan ditulis oleh Leslie Dixon. Berdasarkan novel tahun 2001 The Dark Fields karya Alan Glynn, film ini dibintangi oleh Bradley Cooper, Abbie Cornish, Robert De Niro, Andrew Howard dan Anna Friel. Film ini menceritakan Edward Morra, seorang penulis yang sedang berjuang yang diperkenalkan dengan obat bernama NZT-48, yang memberinya kemampuan untuk menggunakan otaknya sepenuhnya yang membantunya meningkatkan gaya hidupnya. Limitless dirilis pada 18 Maret 2011. Ulasan kritis beragam hingga positif, dan film ini menjadi sukses di pasaran, meraup lebih dari $161 juta dengan anggaran $27 juta. Serial televisi dengan nama yang sama, yang meliput peristiwa yang terjadi setelah film ini, memulai debutnya pada 22 September 2015, tetapi dibatalkan setelah satu musim. SinopsisDalam kehidupan nyata sangat lazim jika seseorang mengalami kondisi terburuk dalam hidupnya lalu dia depresi dan seketika itu juga hidupnya menjadi berantakan, namun terkadang dengan hancurnya hidupnya bisa menjadi salah satu langkah untuk menuju perbaikan. Eddie Morra awalnya adalah penulis yang gagal, dia telah memiliki kontrak namun dia belum memiliki 1 halaman tulisan sampai beberapa bulan ia kerja. Setiap harinya dia habiskan untuk minum-minum dan pekerjaan yang tidak tentu arah. Sampai suatu saat dia bertemu dengan mantan adik iparnya yang bernama Vernon. Vernon menawarkan sebuah pekerjaan untuk menjual narkotika kelas atas, yaitu sebuah pil yang mampu membuat otak bekerja 100 % yang pada umumnya manusia menggunakan 20%. Pada awalnya Vernon memberikan sebutir pil pada Eddie yang sebenarnya tidak mau terlibat dalam bisnis adiknya. Akan tetapi saat di apartemen dia berjumpa dengan pemilik apartemen dan mulai di ceramahi kapan eddie akan membayar tagihan apartemen tersebut. Dengan perasaan yang gelisah, Eddie teringat bahwa adiknya memberinya narkoba jenis baru, tanpa pikir panjang, Eddie segera meminumnya, tetapi anehnya setelah beberapa saat efek obat itu bekerja ia merasa sangat pintar dan sangat termotivasi, semua tampak sangat jelas dan bisa dilakukan. Setelah itu Eddie kembali kekamarnya dan langsung merapikan kamar kemudian menulis sebuah cerita dan paginya dia menghasilkan tulisan yang membuat editornya tertarik. Sungguh 18 jam yang menyenangkan bagi Eddie dengan otak yang bekerja 100% dia merasa pekerjaan terasa sangat mudah dan bisa cepat ia kerjakan. Tidak sampai di situ saja, Eddie kemudian kembali lagi kepada Vernon untuk meminta lagi pil tersebut. Namun, saat kembali lagu ke apartemen Vernon, Eddie menemukan bahwa Vernon telah meninggal terbunuh. Eddie mencari pil tersebut disegala penjuru apartemen Vernon dan berhasil menemukan banyak sekali Pil tersebut. Disinilah jalan cerita mulai memanas. Eddie yang semula seorang pecundang, berubah total menjadi pemenang, bahkan 100% selalu menang dan sukses, selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, kaya raya, genius, tak terkalahkan, hampir segala bidang, termasuk bela diri. Namun setelah sekian banyak ia mengonsumsi obat tersebut, Eddie pun mulai merasakan efek samping obat tersebut.[4] Pemeran
PenerimaanDi situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, Limitless memiliki peringkat persetujuan sebesar 68% berdasarkan 204 ulasan, dengan peringkat rata-rata 6,3/10. Konsensus kritis situs tersebut berbunyi, "Meskipun naskahnya tidak merata, Neil Burger menyutradarai Limitless dengan banyak gaya visual, dan Bradley Cooper menjadikannya bintang yang karismatik."[5] Metacritic memberi film ini skor rata-rata tertimbang sebesar 59 dari 100, berdasarkan 37 kritikus, yang menunjukkan "ulasan campuran atau rata-rata".[6] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberi film ini nilai rata-rata "B+" pada skala A+ hingga F.[7][8] Referensi
Pranala luar
|
Portal di Ensiklopedia Dunia