Piala Negara-Negara Afrika 2021
Piala Negara-Negara Afrika 2021 (bahasa Inggris: 2021 Africa Cup of Nations, disingkat AFCON 2021 atau CAN 2021, dikenal juga sebagai Piala Negara-Negara Afrika Total 2021 atas alasan sponsor) adalah edisi ke-33 Piala Negara-Negara Afrika, turnamen sepak bola pria internasional di benua Afrika yang diselenggarakan dua tahun sekali oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Turnamen edisi ini diselenggarakan di Kamerun pada 9 Januari hingga 6 Februari 2021.[6] Awalnya turnamen ini hendak digelar pada bulan Juni hingga Juli, hingga kemudian CAF mengumumkan pada 15 Januari 2020 bahwa turnamen akan diselenggarakan pada awal tahun terkait kondisi iklim yang tidak mendukung pada pertengahan tahun.[7] Pada 30 Juni 2020, CAF memindahkan turnamen untuk kedua kalinya ke Januari 2022 menyusul dampak pandemi Covid-19 di Afrika, dengan tetap mempertahankan nama Piala Negara-Negara Afrika 2021 atas alasan sponsor.[8] Sebanyak 24 tim berpartisipasi pada putaran final. Aljazair merupakan juara bertahan setelah memenangkan edisi sebelumnya, namun tersingkir pada babak grup. Senegal meraih gelar juara Piala Negara-Negara Afrika untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Mesir 4–2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 0-0 di Final Piala Negara-Negara Afrika 2021. Pemilihan tuan rumahSetelah pertemuan Komite Eksekutif CAF pada 24 Januari 2014, diumumkan bahwa tiga negara kandidat resmi tuan rumah turnamen edisi 2021:[9] Sementara, tiga negara yang ditolak pengajuannya oleh CAF: Daftar ini berbeda dari daftar negara yang sebelumnya diumumkan oleh CAF pada November 2013. Dalam daftar itu, Republik Demokratik Kongo, Gabon, dan Zambia juga mengajukan untuk menjadi tuan rumah untuk edisi 2019 dan 2021.[10] Ketiga negara kandidat resmi juga mengajukan sebagai tuan rumah Piala Negara-Negara Afrika 2019. Keputusan dalam menunjuk negara tuan rumah ditunda dari rencana sebelumnya pada awal 2014 untuk memberikan waktu yang memadai kepada setiap negara dalam menerima delegasi yang akan melakukan inspeksi.[9] Setelah pemungutan suara terakhir pada pertemuan Komite Eksekutif CAF tertanggal 20 September 2014, CAF mengumumkan tuan rumah untuk turnamen Piala Afrika 2019, 2021, dan 2023, yakni: 2019 ke Kamerun, 2021 ke Pantai Gading, dan 2023 ke Guinea.[11] Perubahan tuan rumahPada 30 November 2018, CAF membatalkan status Kamerun sebagai tuan rumah edisi 2019 karena tidak mematuhi spesifikasi yang telah ditetapkan,[12] Namun, Presiden CAF Ahmad Ahmad mengatakan bahwa Kamerun telah setuju untuk menjadi tuan rumah Piala Afrika 2021. Dampaknya, Pantai Gading, tuan rumah untuk edisi 2021, akan menjadi tuan rumah Piala Negara-Negara Afrika 2023, dan Guinea, tuan rumah untuk edisi 2023, akan menjadi tuan rumah Piala Negara-Negara Afrika 2025.[13][14] Pada 30 Januari 2019, Presiden CAF mengkonfirmasi perubahan jadwal, setelah pertemuan dengan Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara di Abidjan, Pantai Gading.[15] Dampak dari Pandemi Covid-19Turnamen ini awalnya dijadwalkan berlangsung mulai 9 Januari hingga 6 Februari 2021. Babak penyisihan awal dan dua hari pertandingan babak penyisihan grup telah dimainkan antara 9 Oktober dan 19 November 2019. Hari pertandingan ketiga dan keempat babak penyisihan grup kualifikasi, yang awalnya dijadwalkan berlangsung dari 23 hingga 31 Maret dan 1 hingga 9 Juni 2020, ditunda dan semua pertandingan kualifikasi yang tersisa dijadwal ulang karena merebaknya pandemi COVID-19 di Afrika.[16] Pada 19 Juni 2020, CAF menyatakan belum memutuskan kapan kompetisi kontinental akan dilanjutkan, dan memprioritaskan jadwal baru untuk Liga Champions CAF 2019–2020 dan semifinal Piala Konfederasi CAF 2019–2020, Kejuaraan Bangsa Afrika 2020 yang ditunda dan Piala Negara-Negara Afrika Wanita 2020, bersama dengan Piala Negara-Negara Afrika 2021, karena kompetisi sepak bola di seluruh Afrika telah ditunda, dibatalkan, atau ditangguhkan.[17] Namun, pada 30 Juni 2020, CAF mengumumkan penjadwalan ulang Piala Negara-Negara Afrika 2021 menjadi Januari 2022 "setelah berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan dan mempertimbangkan situasi global saat ini" menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan, dengan jadwal baru akan diumumkan pada kemudian hari.[18] Selanjutnya, kompetisi dan kejuaraan kontinental lainnya yang akan diselenggarakan dijadwalkan ulang atau dibatalkan, termasuk jadwal baru untuk kualifikasi AFCON yang tersisa, yang sekarang diselesaikan pada Maret 2021.[19] Pada 31 Maret 2021, dipastikan bahwa turnamen final akan berlangsung dari 9 Januari hingga 6 Februari 2022, tepat satu tahun setelah tanggal mulai yang semula dijadwalkan.[1] Perangkat pertandinganBolaPada 23 November 2021, CAF mengumumkan bahwa bola resmi pertandingan bernama "Toghu". Bola tersebut dibuat oleh Umbro, pabrikan perangkat olahraga asal Inggris.[20] MaskotMaskot resmi turnamen edisi ini dinamai "Mola" yang diperkenalkan pada 17 Mei 2021 di Yaoundé. Mola digambarkan sebagai seekor singa yang mengenakan pakaian serupa kostum kandang tim nasional Kamerun yang bertuliskan "Cameroon" dan "2021".[21] Wasit pertandinganCAF mengumumkan daftar 63 wasit pertandingan untuk turnamen edisi ini pada 21 Desember 2021, dengan diantaranya dua wasit dari CONCACAF sebagai bagian dari program pertukaran keterampilan wasit antar-konfederasi.[22] Wasit
Asisten wasit
Asisten wasit videoPengundian babak grupPengundian babak grup sedianya dilakukan pada 25 Juni 2021, namun ditunda hinga 17 Agustus 2021.[1][23][24] Ke-24 tim diundi ke dalam empat grup yang terdiri dari enam tim.
Lokasi penyelenggaraanPenambahan peserta Piala Negara-Negara Afrika dari 16 menjadi 24 tim, membutuhkan setidaknya enam stadion untuk digunakan di lima kota di Kamerun.[25] Enam stadion yang dipilih untuk menjadi tuan rumah pertandingan adalah Stadion Olembe dan Stade Ahmadou Ahidjo di ibu kota Yaoundé, Stadion Japoma di Douala, Stadion Limbe di Limbe, Stadion Kouekong di Bafoussam, dan Stadion Roumde Adjia di Garoua.[26] Pertandigan pembuka turnamen edisi ini dan pertandingan final berlangsung di Stadion Olembe, stadion yang baru selesai dibangun dan berkapasitas 60.000 tempat duduk.[27]
SkuadBabak grupDua tim peringkat teratas dari masing-masing grup, bersama dengan empat tim peringkat ketiga terbaik, melaju ke babak 16 besar. Semua waktu pertandingan adalah waktu setempat, WAT (UTC+1). Kriteria peringkatPeringkat setiap tim berdasarkan poin (3 poin untuk kemenang, 1 poin untuk seri, 0 poin untuk kekalahan) dan jika terdapat kesamaan jumlah poin, kriteria berikut diterapkan, sesuai urutan yang diberikan, untuk menentukan peringkat akhir (Peraturan Pertandingan Pasal 74):[28]
Grup A
Grup B
Sumber: CAF
Catatan: Grup C
Sumber: CAF
Grup D
Sumber: CAF
Grup E
Sumber: CAF
Grup F
Sumber: CAF
Peringkat ketiga terbaik
Sumber: CAF
Kriteria penentuan peringkat: 1) Poin; 2) Selisih gol; 3) Gol dicetak; 4) Pengundian. Babak gugurKombinasi pertandingan babak 16 besarPasangan lawan pertandingan yang melibatkan juara grup dan tim peringkat ketiga akan bergantung pada empat tim peringkat ketiga yang lolos ke babak 16 besar (Peraturan Pertandingan Pasal 75):[28] Kombinasi pasangan lawan juara grup dan peringkat ketiga
Peta
Babak 16 besar
Perempat finalSemifinalPerebutan tempat ketigaFinalStatistikPencetak golSebanyak 100 gol dicetak pada 52 pertandingan, dengan rata-rata 1,92 gol per pertandingan. 8 gol 5 gol 3 gol 2 gol 1 gol
1 gol bunuh diri
KontroversiWasit pertandingan Tunisia vs. MaliPada pertandingan pertama grup F antara Tunisia dan Mali, yang dimulai pukul 14:00, 12 Januari 2022 waktu setempat di Stadion Limbe, wasit asal Zambia Janny Sikazwe meniup peluit tanda pertandingan berakhir di menit ke-85 sebelum berubah pikiran, kemudian kembali meniup peluit tanda pertandingan berakhir di menit ke-89 tanpa memperhitungkan tambahan waktu, yang seharusnya dihitung karena ada sembilan penggantian pemain di antara kedua tim dan verifikasi ganda dari asisten wasit video.[37] Namun, wasit tersebut mengumumkan kembalinya pertandingan setelah 25 menit terhenti untuk menyelesaikan tiga menit tambahan waktu, sementara tim Tunisia menolak untuk menyelesaikan pertandingan. Sebuah laporan forensik menyatakan bahwa wasit Janny Sikazwe menderita sengatan panas, yang berkontribusi pada sejumlah kesalahannya pada pertandingan ini.[38] Insiden tersebut mengakibatkan pertandingan grup F berikutnya antara Mauritania dan Gambia tertunda 45 menit. Pertandingan tersebut, yang juga dimainkan di Stadion Limbe, seharusnya dimulai pukul 17.00 menjadi dimulai pukul 17:45 waktu setempat.[37] Lagu kebangsaan MauritaniaSebelum pertandingan grup F antara Mauritania dan Gambia di Stadion Limbe, penyelenggara dua kali memainkan lagu kebangsaan lama Mauritania. Pembawa acara stadion kemudian mengumumkan bahwa para pemain Mauritania akan menyanyikan sendiri lagu kebangsaan mereka tanpa iringan musik karena sistem suara stadion yang bermasalah, namun mereka menolak.[39] Alih-alih, lagu kebangsaaan Gambia dimainkan tanpa ada masalah.[40] Saling injak penonton KamerunSebelum pertandingan keempat babak 16 besar antara tuan rumah Kamerun dan Komoro, yang dimulai pukul 20:00, 24 Januari 2022 waktu setempat di Stadion Olembe, terjadi sebuah insiden saling injak antar para penonton Kamerun. Pemerintah Kamerun melalui Menteri Pemerintahan Teritorial menyatakan 38 orang mengalami luka-luka, tujuh diantaranya mengalami luka berat, dan delapan orang tewas dalam insiden ini, enam orang dewasa umur tiga puluh tahunan: dua wanita dan empat pria, serta dua anak-anak.[41][42][43] Penghargaan
Tim terbaikPelatih: Aliou Cissé
Sumber:[45] Catatan
Referensi
Pranala luar
|